KAGAMA.CO, YOGYAKARTA – Universitas Gadjah Mada (UGM) melakukan pemetaan (mapping) profil DNA Fingerprint dari 3.500 tanaman obat Indonesia.

Pemetaan dilakukan bekerjasama dengan Badan Penelitian dan Pengembangan Kesehatan (Balitbangkes) Kementerian Kesehatan melalui B2P2TOOT. Melalui Riset Tumbuhan Obat dan Jamu (Ristoja) selama 3 tahun terakhir ini telah dihasilkan koleksi 30 spesies tanaman obat yang meliputi tidak kurang dari 3500 sampel.

Dalam rangka melakukan pemetaan profil DNA fingerprint dan keragaman fitokimia dari 3.500 sampel tersebut, B2P2TOOT Tawangmangu berkolaborasi dengan UGM dalam hal ini Fakultas Biologi dan Fakultas Farmasi. Selain itu juga dengan delapan perguruan tinggi lainnya di Indonesia.

Beberapa diantaranya Fakultas Pertanian Universitas Andalas, Sekolah Farmasi Institut Teknologi Bandung, FIMPA Institut Pertanian Bogor, Fakultas Pertanian UGM, Fakultas Saintek UIN Sunan Kalijaga, Fakultas Biosains Universitas Brawijaya, Fakultas Saintek UIN Maulana Malik Ibrahim, FMIPA Biologi Universitas Airlangga, dan Fakultas Saintek UIN Sunan Ampel Surabaya.