Turunkan Gejala Depresi dengan Terapi Menulis

34
Terapi ini dipandang menjanjikan karena berbeda dengan terapi lainnya. Foto: masrokhim.com
Terapi ini dipandang menjanjikan karena berbeda dengan terapi lainnya. Foto: masrokhim.com

KAGAMA.CO, BULAKSUMUR – Siswanto, mahasiswa S2 Psikologi UGM, dalam studinya menyebut bahwa menuliskan pengalaman emosional memiliki pengaruh terhadap kesehatan mental.

Salah satu pengaruhnya adalah menurunkan simtom atau gejala depresi.

“Penelitian yang sama yang dilakukan di Barat menunjukkan adanya pengaruh menulis pengalaman emosional terhadap kesehatan individu, termasuk di dalamnya dengan menurunkan simtom-simtom depresi,” tulis Siswanto dalam tesisnya.

Dalam tesisnya yang berjudul Pengaruh Menulis Pengalaman Emosional terhadap Simtom-simtom Depresi pada Mahasiswa tahun 2014, Siswanto menyatakan bahwa menulis pengalaman emosional dapat dipilih sebagai tritmen.

Pasalnya, terapi ini dipandang menjanjikan karena berbeda dengan terapi lainnya.

Menulis pengalaman emosional bisa dilakukan secara massal, tidak membutuhkan pelatihan khusus bagi fasilitatornya, sehingga dengan sendirinya menjadi lebih efisien dan ekonomis.

Ia juga menyebut bahwa berdasarkan penelitian-penelitian sebelumnya, menulis pengalaman emosional diketahui dapat meningkatkan imunitas tubuh, kesehatan mental dan dalam tingkat tertentu perubahan perilaku.

Namun hal itu tidak serta merta selalu berhasil.

Menurut Siswanto dalam proses terapi menulis juga dipengaruhi oleh beberapa kondisi seperti durasi menulis, instruksi yang diberikan, dan sebagainya.

“Analisis kualitatif terhadap subjek yang mendapatkan manfaat dari menulis pengalaman emosional dibandingkan dengan subjek yang tidak mendapatkan manfaat, mensyaratkan adanya perubahan-perubahan baik dalam pemberian instruksi dan lama waktu yang digunakan untuk menulis,” tulis Siswanto.