Tujuh Pengalaman Unik Mahasiswa Antropologi Ketika Pertama Kali Mengikuti Penelitian Lapangan

196

3. Gagap Berbahasa

Bagi mahasiswa yang bukan beretnis Jawa, melakukan penelitian lapangan adalah tantangan tersendiri. Masih jarangnya penggunaan bahasa Indonesia dalam percakapan sehari-hari oleh masyarakat pedesaan, membuat mereka harus meminta bantuan teman seinduk semang di saat mencatatat apa yang diucapakan oleh informan dalam Bahasa Jawa.

4. Bingung Ketika Dimintai Tolong oleh Warga Lokal

Bagi sebagian warga lokal, kedatangan mahasiswa UGM adalah berkah tak terkira. Di mata mereka, mahasiswa UGM adalah orang-orang pintar yang bisa menyelesaikan berbagai permasalahan. Kadang kala, karena minimnya akses pengetahuan tentang antropologi, mereka meminta bantuan dari para mahasiswa untuk membantu menyelesaikan permasalahan yang bukan berasal dari bidang studi antropologi.

Dalam beberapa penelitian yang dilakukan, selalu saja ada pengalaman unik, seperti para petani yang meminta tolong bagaimana caranya mendapatkan pupuk yang bisa membuat tanaman mereka bisa tumbuh subur dengan cepat. Di saat seperti ini, para mahasiswa yang baru melakukan penelitian biasanya akan melempar jawaban dari pertanyaan tersebut ke rekan penelitian mereka  yang lebih senior, atau menjawab dengan polos, “Maaf pak, saya di antro gak belajar begituan”.