Kabarkagama.com, Denpasar – Anak Agung Gede Ngurah Ari Dwipayana resmi menjadi staf khusus Presiden Joko Widodo sejak kemarin, Jumat (4/9/2015).

Pria yang biasa disapa Ari Dwipayana ini menerima surat keputusan presiden sebagai staf khusus presiden sekitar pukul 09.00 WIB, yang disampaikan ke Menteri Sekretaris Negara (Mensesneg).

“Ya awalnya pagi tadi (kemarin), jam 09.00 pagi saya dapat suratnya berupa kepres disampaikan ke Mensesneg yang menyatakan bahwa saya menjadi staf khusus presiden,” katanya saat dihubungi Tribun Bali, Jumat (4/9/2015) malam.

Ia menggantikan Teten Mazduki yang sebelumnya menjadi staf khusus Presiden Joko Widodo. “Saya kan awalnya jadi staf khususnya Mensesneg, sejak Desember 2014 sampai kemarin, dan sekarang diangkat menjadi staf khusus Pak Joko Widodo,” ungkapnya.

Bagi Ari Dwipayana, tugas sebagai staf khusus bukanlah hal baru karena telah dilakoni sebelumnya. Pria yang juga masih berstatus dosen di Universitas Gadjah Mada (UGM), Yogyakarta, ini juga sudah kenal lama dengan Joko Widodo alias Jokowi.

“Ya saya mendapatkan mandat bantu Pak Jokowi. Dulu juga di tim 11 yang dibentuk Bu Megawati untuk membantu politik dan rekomendasi calon presiden dari PDIP sekitar dua tahun yang lalu saya ikut. Kemudian saya juga sempat menjadi kordinator pokja arsitektur kabinet Jokowi, ya sudah sering bantu beliau,” katanya.

Bagi pria asal Puri Kauhan Ubud ini, menjadi staf khusus bukanlah perkara sulit. Namun butuh dedikasi dan integritas yang tinggi.

Job desk ya tergantung pada tugas yang diberikan maka itu yang saya jalankan,” ujarnya.

Ari Dwipayana mengatakan bahwa tugas menjadi staf khusus presiden sangat berkaitan dengan instruksi langsung kepala negara itu.

“Kalau pastinya belum tahu, karena baru ketemu dengan Pak Joko Widodo awal minggu depan. Ya kalau bicara tugas, karena ini jabatan struktural, tugasnya seperti membantu menyiapkan pemikiran, analisis, dan kajian bahan pidato presiden,” katanya.

Ia mengatakan tantangan Indonesia ke depan memang cukup berat, karena menghadapi krisis ekonomi global.

Renovasi fundamental dalam struktur ekonomi dan mentalitas bangsa dalam menata bangsa menjadi sangat penting. Ia juga melihat konsolidasi nasional dan sinergi pemerintah dengan stake holder harus dibangun dan diperkuat. “Apalagi menghadapi krisis global maka konsolidasi politik dan ekonomi sangat diperlukan guna mempercepat pembangunan,” katanya.

Setelah mendapatkan jabatan baru ini, Ari Dwipayana memastikan akan melakukannya dengan sepenuh hati dan dedikasi tinggi.

“Ya kadang kalau ada waktu luang baru ngajar di UGM, sekarang fokus dulu menjadi staf ahli presiden,” tegasnya. (tribunnews.com)