Transformasi Digital Mampu Melepaskan Indonesia dari Middle Income Trap

29
Menko Perekonomian alumnus UGM, Airlangga Hartarto, menilai Indonesia bisa keluar dari middle income trap lewat transformasi digital. Salah satunya dengan pengembangan jaringan 5G. Foto: Ist
Menko Perekonomian alumnus UGM, Airlangga Hartarto, menilai Indonesia bisa keluar dari middle income trap lewat transformasi digital. Salah satunya dengan pengembangan jaringan 5G. Foto: Ist

KAGAMA.CO, JAKARTA – Pandemi Covid-19 bukan hanya menyebabkan masalah di berbagai sektor.

Sebab, salah satu sisi positif dari wabah ini adalah mempercepat adaptasi masyarakat terhadap teknologi.

Menteri Koordinator Bidang Perekonomian, Airlangga Hartarto, mengatakan bahwa Pemerintah sadar akan hal itu.

Pemerintah pun akan merespons dengan sejumlah langkah yang ditempuh.

Antara lain: perluasan jaringan 4G, pengoperasian Satelit Multifungsi SATRIA (meluncur 2022), pembangunan data center Pemerintah, dan pengembangan jaringan 5G.

Baca juga: Banyak Diminati, Begini Tantangan Menjalankan Bisnis Jasa Maternity dan New Born Baby Photography

Hal tersebut disampaikan Menko Airlangga dalam webinar Sarasehan 100 Ekonom yang digelar INDEF secara daring, Selasa (15/9/2020).

“Pandemi Covid-19 menjadi momentum bagi percepatan transformasi digital. Hal ini penting sebagai penguat fondasi perekonomian untuk mendukung pembangunan berkelanjutan,” kata Menko Airlangga.

Alumnus Teknik Mesin UGM itu yakin, Indonesia punya modal kuat melaksanakan transformasi digital dan bersaing dalam industri 4.0, demi mengakselerasi pertumbuhan ekonomi nasional.

Pasalnya, lanjut Menko Airlangga, populasi internet di Indonesia pada 2019 sudah mencapai 180 juta orang (67 persen dari total penduduk).

Sedangkan pengguna internet aktif sebanyak 150 juta orang (56%), pengguna layanan online sebanyak 105 juta orang (39%).

Baca juga: Upaya Andi Afdal Membangun Ekosistem Digital BPJS Kesehatan di Era Adaptasi Kebiasaan Baru