Tingkatkan Kebersihan Selama Pandemi Covid-19, Kementerian PUPR Bedah Rumah Tak Layak Huni

47
Melalui program Bantuan Stimulan Perumahan Swadaya (BSPS), Kementerian PUPR terus berusaha mengurangi jumlah Rumah Tidak Layak Huni (RTLH) dengan melakukan bedah rumah. Foto: Kementerian PUPR
Melalui program Bantuan Stimulan Perumahan Swadaya (BSPS), Kementerian PUPR terus berusaha mengurangi jumlah Rumah Tidak Layak Huni (RTLH) dengan melakukan bedah rumah. Foto: Kementerian PUPR

KAGAMA.CO, JAKARTA – Perilaku hidup bersih merupakan salah satu upaya mencegah penularan Covid-19, termasuk dengan mengupayakan diri tinggal di rumah layak huni.

Melalui program Bantuan Stimulan Perumahan Swadaya (BSPS), Kementerian PUPR terus berusaha mengurangi jumlah Rumah Tidak Layak Huni (RTLH) dengan melakukan bedah rumah.

Guna memitigasi dampak Covid-19, BSPS direalisasikan menggunakan skema Padat Karya Tunai, yang memperhatikan daya beli masyarakat sekaligus menekan angka pengangguran.

Dalam tujuan jangka panjang, banyaknya warga yang tinggal di rumah layak huni dapat meningkatkan kesehatan masyarakat, termasuk menekan penularan Covid-19.

Menteri PUPR, Basuki Hadimuljono menerangkan, pengurangan jumlah RTLH merupakan bentuk perhatian pemerintah terhadap kebersihan lingkungan di masyarakat.

Baca juga: KAGAMA Sumut Siapkan Nasi Bungkus Cuma-cuma Selama Bulan Ramadan

Sebanyak 208.000 unit RLTH akan ditingkatkan kualitasnya, dengan alokasi anggaran dari BSPS sebesar Rp4,3t Triliun.

Pihaknya juga akan menambah sebanyak 12.000 unit lagi, yang akan memakan biaya Rp459 Miliar.

“Kami berharap kualitas hidup masyarakat bisa meningkat setelah tinggal di rumah yang lebih sehat, nyaman, dan layak,” tutur Menteri Basuki, pada Rabu (29/04/2020).

Dalam pembangunannya, Kementerian PUPR mempertimbangkan aspek kesehatan dan keselamatan bagi penghuni.

Pihaknya menetapkan beberapa standar untuk peningkatan kualitas rumah layak huni, meliputi peningkatan kualitas konstruksi bangunan, serta kecukupan cahaya dan sirkulasi udara.

Baca juga: Alumnus Farmasi UGM Sebut Zat yang Bisa Bantu Penderita Diabetes Melitus Hadapi Covid-19