Timbul Raharjo: Nostalgia Bikin Awet Muda

22
Bernostalgia mengenai sesuatu yang menggembirakan dapat menghambat kematian. Foto: Thovan
Bernostalgia mengenai sesuatu yang menggembirakan dapat menghambat kematian. Foto: Thovan

KAGAMA.CO, YOGYAKARTA – Timbul Raharjo, alumnus S3 Pengkajian Seni Keramik UGM membuka pameran lukisan karya Kusbiyanto dan Haryo Sas di Bentara Budaya Yogyakarta pada Sabtu (22/6/2019).

Dalam pidato singkatnya, Timbul menekankan bahwa inspirasi dalam mencipta dapat diperoleh dari mana saja.

Mulai dari bentuk tubuh, bangunan seperti candi, pengalaman, ingatan, bahkan angan-angan. 

Baginya, memori atau kenangan sangat penting bagi manusia.

Pameran yang berjudul “To Remember” ini menurutnya adalah suatu upaya untuk berhenti sejenak melihat peristiwa dan mengeksplorasi ingatan.

“Banyak hal bisa kita eksplorasi, ingatan akan kebahagiaan misalnya. Berhenti sejenak ini seperti nostalgia atau pulang kampung. Mengenang yang susah maupun yang menyenangkan,” ujarnya.

Menurut Timbul, proses nostalgia dapat membuat manusia awet muda.

Ketika bernostalgia mengenai sesuatu yang menggembirakan, menurutnya hal itu dapat menghambat kematian.

“30 persen obat penyakit itu kesenangan. Kalau tidak senang, susah, depresi, penyakit malah menggerogoti,” ungkapnya.

Di akhir sambutannya, ia juga mengungkapkan pentingnya untuk terus berkarya.

Baginya, jalan hidup adalah untuk terus berkarya.

Ia menyebut bahwa harus ada sesuatu yang diberikan kepada masyarakat luas dalam setiap kehidupan.

Seperti para seniman yang tidak hanya berhenti setelah pameran, namun tetap terus berkarya. (Thovan)