Tim Pengabdian Masyarakat UGM Budi Daya Kacang Lurik di Purworejo

81

KAGAMA.CO, BULAKSUMUR – Tim Pengabdian Masyarakat UGM melakukan program pendampingan budi daya kacang lurik di Desa Depokrejo Kecamatan Ngombol Kabupaten Purworejo, Jawa Tengah. Tim yang diktuai oleh Dwi Umi Siswanti, S.Si.,M.Sc. juga berbagi pengetahuan tentang produk pascapanen berbahan kacang lurik.

Menjelang akhir bulan Oktober 2018 program pengabdian masyarakat berbasis teknologi tepat guna yang mengusung tema Aplikasi Teknologi Poliploid dalam Pengembangan Sentra Kacang Tanah Lurik  telah masuk tahap akhir.

“Pada 16 Oktober lalu tim sudah menggelar workshop produk pascapanen dan penyampaian hasil program pengabdian masyarakat,” papar Dwi Umi Siswanti, Rabu (24/10/2018).

Workshop yang dilakukan antara lain berupa pelatihan pengolahan, pengemasan, dan pelabelan kacang tanah lurik serta praktik pembuatan brownis kacang lurik dan mochi kacang lurik. Para peserta sangat antusias mengikuti workshop dan berniat memproduksi makanan berbahan kacang lurik untuk dipasarkan di Biomart Fakultas Biologi UGM.

Dwi menegaskan produksi kacang lurik lebih baik dibandingkan kacang tanah biasa. Hal ini bisa dilihat dari jumlah polong per individu maupun jumlah biji yang lebih banyak.

“Kacang lurik bahkan mengandung antosianin,”urainya.

Seperti diketahui, Fakultas Biologi UGM turut andil dalam mengembangkan inovasi kacang tanah lurik unggul, yaitu salah satu kultivar dari kacang tanah yang memiliki corak lurik pada kulit bijinya.

Melalui program Teknologi Tepat Guna (TTG) yang dicanangkan oleh Direktorat Pengabdian Kepada Masyarakat UGM, Fakultas Biologi UGM menawarkan teknik pengembangan kacang lurik unggul dengan metode induksi kolkisin. Tujuannya, agar dihasilkan produk kacang tanah lurik yang berbeda dengan kacang tanah pada umumnya, yaitu memiliki ukuran yang lebih besar dan rasa yang lebih manis serta terdapat corak lurik yang unik dan menarik.

Masyarakat Desa Depokrejo menjadi salah satu mitra Fakultas Biologi UGM agar dapat membantu terwujudnya pengembangan benih unggul tersebut. Karena, tanah di daerah tersebut sangat potensial untuk ditanami kacang tanah lurik ini. [Sumber : Bagian Humas dan Protokoler UGM/Satria/RTS)