Tim Dosen UGM Sebut Hanya Hal Luar Biasa yang Bisa Sebabkan Bahan Radioaktif Lolos ke Lingkungan Masyarakat

404
Tim Dosen Teknik Nuklir dan Fisika Universitas Gadjah Mada memberikan pernyataan soal keberadaan bahan radioaktif Caesium-137 (Cs-137) yang terpapar di area Perumahan BATAN Indah di Serpong, Tangerang Selatan, Banten. Foto: Humas UGM
Tim Dosen Teknik Nuklir dan Fisika Universitas Gadjah Mada memberikan pernyataan soal keberadaan bahan radioaktif Caesium-137 (Cs-137) yang terpapar di area Perumahan BATAN Indah di Serpong, Tangerang Selatan, Banten. Foto: Humas UGM

KAGAMA.CO, BULAKSUMUR – Perumahan BATAN Indah, Serpong, Tangerang Selatan, Banten, tengah menjadi buah bibir masyarakat seturut kabar adanya kontaminasi bahan radioaktif Caesium-137 (Cs-137).

Fenomena tersebut bahkan telah dikonfirmasi oleh BAPETEN (Badan Pengawas Tenaga Nuklir) lewat pernyataan tertulis No 01/PR/HM 02/BHKK/II/2020 pada 14 Februari 2020.

Hal ini menimbulkan berbagai anggapan pro dan kontra di kalangan masyarakat seturut pemberitaan media.

Oleh sebab itu, Tim Dosen Departemen Teknik Nuklir dan Teknik Fisika UGM bermaksud menengahi dengan memberikan tanggapan dalam kacamata akademik.

Dalam rilis yang diterima Kagama, Cs-137 dinyatakan bersifat radioaktif.

Karena itu, Cs-137 dapat disebut sebagai radioisotop.

Bahan ini adalah produk buatan yang terbentuk melalui reaksi nuklir di dalam reaktor menggunakan bahan uranium.

Baca juga: Mahasiswa Biologi UGM Temukan Spesies Baru Bakteri Penghasil Antibiotik dari Cemoro Sewu

Ada dua pemanfaatan uranium, yang pertama sebagai bahan bakar reaktor nuklir.

Yang keduauranium juga bisa dimanfaatkan untuk menghasilkan radioisotop dengan cara memasukkan uranium sebagai target ke dalam reaktor nuklir.

Radioisotop Cs-137 yang terbentuk dalam bahan bakar nuklir selamanya berada di dalam bahan bakar nuklir tersebut.

Radioisotop Cs-137 yang terbentuk dalam uranium target akan dikeluarkan dari reaktor bersamaan dengan dikeluarkannya uranium target yang untuk selanjutnya diproses guna mendapatkan radioisotop yang diinginkan.

“Ada dua pemanfaatan uranium, yang pertama sebagai bahan bakar reaktor nuklir, yang kedua uranium juga bisa dimanfaatkan untuk menghasilkan radioisotop,” tulis rilis Tim Dosen Departemen Teknik Nuklir dan Fisika UGM.

“Yakni dengan cara memasukkan uranium sebagai target ke dalam reaktor nuklir. Radioisotop Cs-137 yang terbentuk dalam bahan bakar nuklir selamanya berada di dalam bahan bakar nuklir tersebut,” lanjutnya.

Radioisotop Cs-137 yang terbentuk dalam uranium target  kemudian akan dikeluarkan dari reaktor, bersamaan dengan dikeluarkannya uranium target.

Baca juga: Kisah Lulusan Fakultas Hukum UGM yang Selamat Berkat Kopi Robusta