Tiga Komponen Penting dalam Pembelajaran Daring di UGM

22
Direktur DSSDI UGM, Widyawan, Ph.D., menilai pembelajaran daring menawarkan berbagai keluwesan di era disruptif. Foto: Ist
Direktur DSSDI UGM, Widyawan, Ph.D., menilai pembelajaran daring menawarkan berbagai keluwesan di era disruptif. Foto: Ist

KAGAMA.CO, JAKARTA – Dunia pendidikan punya satu tantangan yang sama menurut Direktur Direktorat Sistem dan Sumber Daya Informasi (DSSDI) UGM, Widyawan, Ph.D.

Tantangan itu adalah menyajikan pembelajaran yang isinya keterampilan masa depan bagi peserta didik.

Begitu seperti yang disampaikan Widyawan dalam webinar Sinergi UGM dan KAGAMA: Membangun Ekosistem Digital Learning.

Webinar yang digelar oleh UGM Kampus Jakarta dan Pengurus Pusat KAGAMA ini diselenggarakan pada Kamis (15/10/2020).

Keterampilan masa depan bagi Widyawan sangat urgen karena Indonesia punya modal utama. Yakni jumlah anak sekolah yang terbesar di Asia Tenggara.

Baca juga: Dirjen Nizam Jelaskan Empat Aspek Penting dalam Pembelajaran Jarak Jauh

Selain itu, 65 persen siswa yang kini memasuki jenjang sekolah dasar akan bekerja pada bidang yang sekarang belum ada.

Karena itu, penting bagi institusi pendidikan untuk menyiapkannya sebagai pegangan. Yakni ketika Indonesia mengalami bonus demografi pada 2030, dengan 70 persen penduduknya berada dalam usia kerja.

Hanya saja, problem yang saat ini terjadi adalah cara mengajar 100 tahun lalu masih sama dengan sekarang alias klasik.

Padahal, menurut Widyawan, tren disruptif teknologi telah banyak menggantikan hal-hal konvensional.

“Misalnya, netflix menggantikan rental dvd, ada gojek yang menyaingi taksi, dan telepon tersaingi oleh skype dan lainnya,” kata Widyawan.

Baca juga: Rektor Panut Mulyono Jelaskan Upaya UGM dalam Membangun Ekosistem Digital Learning