Tiga Hal Penting yang Membuat Wahyudi Anggoro Hadi Kembali ke Desa

332
Alumnus Fakultas Farmasi UGM angkatan 1997, Wahyudi Anggoro Hadi, menjelaskan alasannya menjadi Lurah Desa Panggungharjo, Bantul. Foto: Ist
Alumnus Fakultas Farmasi UGM angkatan 1997, Wahyudi Anggoro Hadi, menjelaskan alasannya menjadi Lurah Desa Panggungharjo, Bantul. Foto: Ist

KAGAMA.CO, BULAKSUMUR – Wahyudi Anggoro Hadi, S.Farm., Apt., menjadi salah satu pembicara dalam Halal bi Halal KAGAMA Farmasi, Sabtu (20/6/2020).

Dalam cara daring bertajuk Guyub Rukun Kagama Farmasi, dari Desa Sampai Dunia itu, Yudi bercerita tentang masa perkuliahannya.

Dia juga memaparkan kiprahnya selama menjadi lurah desa Panggungharjo, Sewon, Bantul.

Yudi teringat pada 2005 dirinya sudah membulatkan tekad untuk mengundurkan diri dari UGM.

Maklum dia sudah menghabiskan delapan tahun waktu studi, tetapi belum juga lulus.

Baca juga: Ganjar Ajak Alumnus FARMASI UGM Bantu Selesaikan Permasalahan Akibat Pandemi Covid-19

Yudi akhirnya memberanikan diri menulis surat perjanjian dan diserahkan pihak akademik kampus.

Isinya tak lain adalah siap mengundurkan diri jika pada 2006 tugas akhirnya tidak selesai.

Bahkan, Yudi juga sudah sempat mendirikan KADOGAMA (Keluarga Alumni Dropout UGM) pada 2005.

Namun, niat untuk mundur diurungkan Yudi setelah bertemu Dekan Farmasi UGM kala itu, Prof. Marchaban.

“Dua minggu setelah menyerahkan surat, saya ke kampus untuk mengambil transkrip,” kata Yudi.

Baca juga: Dubes Djauhari Paparkan Peluang Pertumbuhan Ekonomi dan Investasi Indonesia Setelah Pandemi