DALAM sebuah universitas sudah menjadi hal biasa mahasiswa membentuk musik band.  Menjadi luar biasa ketika dekan dan rektor yang gantian menghibur mahasiswanya dengan bermain band.  The Dean, sebuah band bentukan Wikan Sakarinto S.T.,M.Sc.,Ph.D, Dekan  Sekolah Vokasi UGM sekaligus pembina dari UKM tenis lapangan dan Gama Band.

Selain itu, ada banyak dekan, seperti Dr. Wening Udasmoro, M.Hum.,DEA, Dekan Fakultas Ilmu Budaya (FIB) dan Prof. Dr. Ova Emilia,M.Med.Ed.,SpOG(K).,Ph.D, Dekan Fakultas Kedokteran juga menjadi personil dari band dekan. Juga, ada Dekan Fakultas Filsafat Prof. Dr. Arqom Kuswanjono.  Bahkan, Rektor UGM Prof.  Ir. Panut Mulyono, M.Eng., D.Eng. juga turut menjadi personil The Dean.

The Dean terbentuk setelah proses pelantikan dekan pada 7 Oktober 2016 silam. Sebagai  pelopor, Wikan Sakarinto menghimpun dekan-dekan yang tertarik tergabung dalam band ini.  Wikan Sakarinto memegang posisi keyboard, Wening Udasmoro dan Ova Emilia sebagai vokalis dan Arqom Kuswanjono memegang drum.

Untuk latihan diadakan setiap hari Senin malam di Fakultas Filsafat. Alasannya, karena hanya di sana yang memiliki studio dan sebagai drummer posisi alatnya tidak mungkin mudah dipindah-pindahkan.

Dalam memainkan musik, para dekan memilih memainkan musik bergenre jazz, pop yang netral dan diterima oleh kalangan mahasiswa. Meski tidak menolak jika diajak berdangdut ria. Untuk pemilihan lagu, menurut Wening Udasmoro, dilakukan secara bersama-sama.  Meski sebagai vokalis, ia berusaha menghindari lagu yang dirasa sulit.

Lagu-lagu yang dimainkan, seperti “Surat Cinta untuk Starla” dari Virgoun yang menjadi favorit Wening Udasmoro, “Jagalah Selalu Hatimu” dari Seventeen yang menjadi favorite Panut Mulyono.  Ada lagu “Akad dari Payung Teduh” juga dimainkan. Bahkan, Coldplay pun juga turut dijadikan aksi para dekan ini.  Di antara para dekan, yang paling up to date menurut Wening Udasmoro adalah Wikan Sakarinto, karena yang paling sering memberikan info lagu terbaru.

Para dekan kerap kali tampil di depan mahasiswa mereka dan tentu saja lintas jurusan.  Bahkan, mereka sudah memiliki penggemarnya sendiri dari kalangan mahasiswa.  “Karena belum pernah ya. Jadi, ketika lihat mahasiswa yang antusias, saya jadi ikut seneng,” kata Wening Udasmoro.  “Seneng karena anak-anak apresiatif, lebih apresiatif,” lanjutnya lagi.

Hal ini senada dengan tanggapan Wikan Sakarinto yang mengatakan sangat terkejut dengan antusias mahasiswa ketika mereka tampil. Bahkan, teriak-teriak histeris seperti melihat band ternama tampil di depan mereka.  Tak jarang mahasiswa tetap berteriak heboh meski vokalis lupa dengan lirik lagu.  Fakultas yang pernah menjadi panggung mereka Farmasi, Biologi.

Tujuan dibentuknya band ini sarana untuk mendekatkan dekan dan mahasiswa.  “Menyamakan frekuensi dengan mereka. Ketika sudah sama, kita bisa masukkan pesan-pesan kita ke mereka,” kata Wikan Sakarinto.

Apalagi, dengan membawakan lagu-lagu yang familiar dengan mahasiswa, menjadi salah satu cara memahami mahasiswa mereka.

Selain tampil di panggung mahasiswa, The Dean juga kerap tampil di radio Swaragama sebulan sekali.

“Belum ada jadwal pasti, yang jelas sebulan sekali kami main live di radio Swaragama”, kata Wening Udasmoro.

Menurut Wikan Sakarinto, saat ini berkomunikasi dengan mahasiswa perlu penempatan posisi dan waktu. Ada waktunya menjadi guru, teman, tutor, dan lain-lain.  Selain The Dean, Wikan Sakarinto juga membentuk band yang berisi dosen dan pegawai UGM bernama dNext-G.  Bahkan, band ini sudah terkenal hingga masuk dalam beberapa media cetak dan sosial media. Untuk dNext-G minggu depan direncanakan akan menggarap album. [Seraphina Dewanti]