Teten Masduki di KIB XV: UMKM adalah Critical Engine untuk Menggerakkan Ekonomi

24
Dalam KAGAMA Inkubasi Bisnis (KIB) ke-XV, Menteri Koperasi dan UKM, Teten Masduki, menyebut UMKM memiliki posisi penting dalam perekonomian. Foto: Ist
Dalam KAGAMA Inkubasi Bisnis (KIB) ke-XV, Menteri Koperasi dan UKM, Teten Masduki, menyebut UMKM memiliki posisi penting dalam perekonomian. Foto: Ist

KAGAMA.CO, JAKARTA – Pengurus Pusat KAGAMA menggelar webinar KAGAMA Inkubasi Bisnis (KIB) XV, Minggu (11/10/2020) malam WIB.

Tema yang diangkat adalah Dampak Program PEN (Pemulihan Ekonomi Nasional) terhadap Aktivitas Ekonomi Perdesaan/Grassroots.

Hadir dalam kesempatan ini Wakil Ketua Umum I PP KAGAMA, Budi Karya Sumadi.

Keynote speaker yang hadir adalah Menteri Koordinator Bidang Perekonomian, Airlangga Hartarto, dan Menteri Koperasi dan UKM, Teten Masduki.

Narasumber lain yang mengisi yakni Dirjen Pembangunan dan Pemberdayaan Masyarakat Desa, Kemendes PDTT, Taufiq Madjid; Staf Ahli Bidang Pengeluaran Negara Kementerian Keuangan, Kunta Wibisana Dasa Nugraha; dan Lurah Desa Panggungharjo, Sewon, Bantul, Wahyudi Anggoro Hadi.

Baca juga: Menko Airlangga Berharap Anggaran PEN Bisa Terserap 100 Persen di Akhir Tahun 2020

Kemudian, Direktur Institut Studi Transportasi/Pakar Transportasi Kerakyatan, Darmaningtyas; serta Penggerak/Pengelola Desa Wisata Nglanggeran Gunung Kidul, Sugeng Handoko.

Teten Masduki dalam pemaparannya menyebut, 99 persen pelaku usaha di Indonesia adalah UMKM.

Sektor UMKM juga penting karena mampu menyerap 97 persen tenaga kerja.

Hanya saja, Pembatasan Sosial Berskala Besar (PSBB) dalam rangka pencegahan penyebaran Covid membuat UMKM limbung.

PSBB pun membuat sebagian UMKM tutup dan berkurang pendapatannya.

Baca juga: Jadi Kekuatan Ekonomi, Budi Karya Sebut Potensi Desa Harus Terus Digali