Terobosan Baru dalam Dunia Penelitian Anatomi Manusia

17
Temuan ini mempermudah pengenalan atau pembelajaran anatomi tubuh manusia. Foto: Silanesia.com
Temuan ini mempermudah pengenalan atau pembelajaran anatomi tubuh manusia. Foto: Silanesia.com

KAGAMA.CO, BULAKSUMUR – Anatomi adalah cabang dari ilmu biologi yang berhubungan dengan struktur organisasi makhluk hidup.

Seseorang dapat mempelajari anatomi tubuh manusia secara langsung dan secara tidak langsung.

Untuk mempelajari anatomi tubuh manusia secara langsung, banyak hal yang membuat eksperimen gagal diadakan.

Seperti adanya masalah biaya, psikologis, bahaya dan sebagainya.

“Untuk pembelajaran secara tidak langsung bisa lewat buku, buku elektronik (pdf), dan video.”

“Akan tetapi sumber pembelajaran tersebut kurang menarik dan kurang interaktif.”

“Maka dari itu teknologi AR (Augmented Reality) adalah solusi yang tepat untuk mengatasi masalah tersebut,” ungkap Dedi Nur Cahyo dalam tesisnya di S2 Teknik Elektro UGM.

Dalam penelitiannya, ia menyampaikan bahwa AR adalah penggabungan benda-benda yang ada di dunia maya (virtual) ke dalam dunia nyata yang berbentuk 2D atau 3D yang dapat disentuh, dilihat dan didengar secara real time.

“AR dapat dikembangkan dalam perangkat android yang mana saat ini perangkat android sudah banyak digunakan,” tulis Dedi dalam tesisnya yang berjudul Pemanfaatan Augmented Reality Dalam Dunia Pendidikan untuk Mempelajari Anatomi Tubuh Manusia Berbasis Android.

Pada penelitian tersebut, Dedi fokus pada pengembangan prototipe untuk mempelajari anatomi tubuh manusia dengan memanfaatkan teknologi AR.

Metode yang ia pakai adalah dengan memanfaatkan perbedaan tingkat/jenjang pendidikan.

Prototype tersebut ia beri nama Anatomi AR, dengan menggunakan gambar tangan manusia sebagai image targetnya.

Dalam penelitian tersebut prototipe AR berhasil menampilkan objek virtual (augmented) dengan jarak minimum 7 cm dan maksimum 310 cm, dan juga sudut pandang minimum 14 derajat dan maksimum 165 derajat.

Dedi berharap, kelak temuannya dapat membantu proses pendidikan terutama yang berhubungan dengan anatomi tubuh.

Selain itu, keberadaan AR juga mampu mengurangi atau menekan kesulitan yang selama ini dihadapi para peneliti.

“Temuan ini mempermudah pengenalan atau pembelajaran anatomi tubuh manusia,” tulisnya. (Thovan)