Teman Sebaya dan Ketersediaan Air Putih Pengaruhi Kebiasaan Minum Soft Drink

9
Teman sebaya dan ketersediaan air minum bisa menurunkan kebiasaan remaja mengonsumsi soft drink.(Foto: caterem.com)
Teman sebaya dan ketersediaan air minum bisa menurunkan kebiasaan remaja mengonsumsi soft drink.(Foto: caterem.com)

KAGAMA.CO, BULAKSUMUR – Beberapa tahun terakhir perubahan gaya hidup terutama pola makan dan minum terus berlangsung di kalangan remaja. Fenomena ini menyebabkan ketidakseimbangan asupan energi dan energi expenditure yang berpotensi menyebabkan overweight dan obesitas.

Keberadaan soft drink dan minuman berpemanis lainnya, telah menggeser pola minum air putih menjadi pola minum air berkalori tinggi, yang kemudian menjadi asupan harian. Kini masyarakat Indonesia mengkonsumsi soft drink sebanyak 22,7 liter per orang dalam satu tahun.

Berangkat dari risiko yang ditimbulkan akibat terlalu banyak mengonsumsi soft drink, Nurwafia Mardah melalui tesisnya yang berjudul Pengaruh Pemberian Air Putih dan Teman Sebaya Terhadap Perubahan Perilaku Konsumsi Soft Drink Remaja di Kabupaten Bone tahun 2017, menemukan bahwa ada keterkaitan antara ketersediaan air putih dan teman sebaya dengan perilaku konsumsi soft drink.

Menurut Nurwafia, perilaku minum sangat dipengaruhi oleh konteks sosial. Bisa dibilang, perilaku minum disebut juga perilaku adaptif.

Perilaku kita tentunya akan berbeda saat makan sendiri dan makan dengan orang lain. Kecenderungan perilaku diet atau mengonsumsi banyak minuman yang kita lakukan datang dari kebiasaan teman terdekat.