Disampaikan Dede, Ikatan Jamaah Ahlul Bayt Indoneia (IJABI) yang berdiri pada Juli 2000, merupakan organisasi syiah pertama yang terdaftar di Indonesia. Sejak saat itu, anggota dari komunitas muslim minoritas ini tidak lagi menyembunyikan identitasnya seperti yang dilakukan sebelumnya.

“Hal terebut mendapat respon dari pendukung anti Syiah menyatukan diri dalam kelompok yang lebih teroganisir yang dikenal dengan Aliansi Nasional Anti Syiah,” jelasnya.

Menurut temuan Dede, sentimen anti Syiah muncul sebagai proses dinamis di kedua sisi, yakni korban dan pelaku. Lama hidup dalam tekanan, organisasi Syiah (IJABI) hadir untuk melewati friksi yang ada.

“Kenyataanya, upaya ini mendapatkan tantangan baik dari dalam dan luar,” tandasnya. (Humas UGM/Ika)