BULAKSUMUR, KAGAMA.CO— Dimensi keagamaan memiliki peran signifikan dalam membentuk identitas sosial keagamaan Syiah.

Demikian disampaikan mahasiswa program doktor prodi Inter-Religious Studies Sekolah Pascasarjana Lintas Displin (SPs LD) Dede Syarif, M. Ag., saat mempertahankan disertasinya terkait transformasi identitas sosial-keagamaan dan sentimen anti syiah pasca reformasi di Indonesia pada Rabu (31/1), di kampus setempat.

Dede menyebutkan transformasi identitas Syiah sebagai bentuk perjuangan untuk mengatasi eskalasi sentimen anti Syiah pasca reformasi. Hal ini juga berkontribusi pada dinamika realitas kepercayaan antara sunni dan syiah.

“Ketegangan antara syiah dan anti Syiah telah berkembang di Indonesia menjadi lebih sistematis dan terorganisir,” jelas Dosen UIN Sunan Gunung Djati Bandung ini.