KAGAMA.CO, BULAKSUMUR –Target Planet 50:50 (no one left behind) merupakan upaya untuk mendorong perempuan dan laki-laki terlibat dengan setara dalam pembangunan.

Haltersebut disampaikan Menteri Pembrdayaan Perempuan dan Perlindungan Anak RI Prof. Dr. Yohana Susana Yembise, Dip. Apling., MA, dalam kuliah umum bertajuk “Gender Equality dalam Era Digital Innovation di Indonesia” di Auditorium Merapi, Fakultas Geografi, UGM pada Jumat (09/11/2018).

Target Planet 50:50 ini berawal dari kesadaran bahwa masalah perempuan yang disampaikan pada Beijing Platform for Action pada 1995 masih sama dengan yang dijumpai saat ini. Untuk memajukan perempuan, maka diupayakan Target Planet 50:50 yang kemudian berlanjut dengan kampanye he for she yang memperhatikan peluang perempuan dalam pembangunan.

Menteri Yohana yang juga menjadi guru besar pertama di Papua ini juga menunjukkan minimnya pengelolaan Teknologi Informasi Komunikasi (TIK) oleh perempuan. Menurutnya, perempuan lebih banyak menyerahkan barang TIK pada pasangan atau anak, sehingga mereka tidak banyak menjangkau informasi-informasi yang penting.

“Alasan menyerahkan barang TIK ini pun beragam, seperti tidak punya waktu, tidak ada biaya, gagap teknologi (gaptek), tidak percaya diri, dan sebagainya,” ungkapnya.

Melihat permasalahan ini, Menteri Yohana merasa bahwa mahasiswa dan perguruan tinggi perlu terjun langsung ke masyarakat, khususnya perempuan agar dapat merasakan manfaat dari perkembangan teknologi.

“Apabila informasi mengenai pengelolaan TIK ini dapat diperluas, maka Target Planet 50:50 dapat tercapai,” imbuhnya.(Tita)