Tanaman Sawit Bisa Menjadi Pilihan untuk Menghijaukan Kawasan Lahan Terbengkalai

47
Tanaman sawit berpotensi untuk reboisasi lahan-lahan terbuka dan terlantar yang tidak memiliki nilai ekonomi dan nilai konservasi. Foto: Nabil
Tanaman sawit berpotensi untuk reboisasi lahan-lahan terbuka dan terlantar yang tidak memiliki nilai ekonomi dan nilai konservasi. Foto: Nabil

KAGAMA.CO, JAKARTA – Patrick Moore, seorang aktivis lingkungan salah satu pendiri Greenpeace pada 1971, punya pandangan menarik terkait kerusakan hutan.

Dalam tulisannya berjudul “Pohon adalah Jawaban”, sosok yang puluhan tahun lebih berkecimpung sebagai aktivis lingkungan itu menyampaikan pandangannya.

Moore menyebut, kerusakan hutan sebenarnya adalah suatu proses yang sedang berjalan dari pengaruh manusia secara terus menerus, apabila hutan dicegah untuk tumbuh kembali.

Justru, tulis Moore, pembukaan hutan yang digunakan selain untuk aktivitas kehutanan yang menyebabkan kerusakan hutan. Misalnya untuk aktivitas pertanian dan peternakan.

Moore berujar, setiap hari 6 miliar orang bangun dengan kebutuhan riil untuk makanan, energi dan bahan-bahan.

Perumahan karyawan NSP dilengkapi rumah ibadah. Foto: Ist
Perumahan karyawan NSP dilengkapi rumah ibadah. Foto: Ist

Baca juga: Dirjen Wikan Siapkan SDM yang Inovatif dan Berkarakter di Papua-Papua Barat

“Tantangan untuk kelestarian adalah penyediaan kebutuhan-kebutuhan tersebut dengan cara-cara yang mengurangi dampak negatif pada lingkungan.

“Memotong kayu saja adalah tidak cukup sebagai penyebab kerusakan hutan. Masalah sebenarnya adalah apakah hutan tersebut musnah selamanya atau ditanami lagi dengan pohon-pohon baru,” jelasnya.

Namun demikian, stigma yang berkembang di masyarakat justru berbeda.

Apabila anda pergi ke Australia, contoh Moore, kita akan menemukan hampir semua orang berpendapat bahwa kerusakan hutan yang terburuk terjadi di Malaysia dan Indonesia.

Padahal kenyataanya sekitar 40 persen dari hutan alam Australia telah dirusak untuk pertanian.

Baca juga: Founder G2RT Tegaskan Desa adalah Tuan Rumah bagi Investor