Tak Mau Menjadi Ahli Gizi, Levi Menikmati Perannya di Bidang Industri Makanan

74
Empat tahun menempuh studi di jurusan Gizi Kesehatan, Levi Annisa Saesari, S.Gz justru tak pernah bermimpi akan bekerja sebagai ahli gizi. Foto: Ist
Empat tahun menempuh studi di jurusan Gizi Kesehatan, Levi Annisa Saesari, S.Gz justru tak pernah bermimpi akan bekerja sebagai ahli gizi. Foto: Ist

KAGAMA.CO, BULAKSUMUR – Empat tahun menempuh studi di jurusan Gizi Kesehatan, Levi Annisa Saesari, S.Gz justru tak pernah bermimpi akan bekerja sebagai ahli gizi.

Perempuan asal Tangerang, Jawa Barat itu ingin mencoba berkarier di bidang lain.

“Setelah banyak mencari informasi dan mencoba mengenali diri sendiri, saya tertarik untuk bekerja di bidang industri makanan.”

“Di saat yang sama, saya juga sudah merasa cukup berkutat di rumah sakit,” tuturnya.

Levi membagikan kisah hidupnya dalam diskusi online Alumni Berbagi, bertajuk Peran Nutrisionis di Bidang Industri, yang digelar oleh Alumni FK-KMK UGM beberapa waktu lalu.

Baca juga: Staf Ahli Kemenkeu: Pemerintah Telah Memberikan Perhatian Penuh pada Pengembangan UMKM Sejak Sebelum Pandemi

Layaknya para pencari kerja lainnya, Levi mulai menjelajahi platform-platform pencari kerja.

Sampai akhirnya dia mendapatkan panggilan interview untuk posisi Management Trainee (MT) sebuah perusahaan fast food.

Bekerja dengan sistem shift setiap hari, menjadi salah satu tahap yang harus dilaluinya sebelum menjadi MT.

“Dari membuat catatan nasi, cara menggoreng ayam, cara membuat es krim, sampai pada hal-hal yang berhubungan dengan cleaning saya kerjakan. Dengan beban kerja yang demikian dan waktu kerja setiap hari, ini lumayan memberatkan.”

“Saya sempat menangis juga dan bingung akan melanjutkan atau tidak. Karena alhamdulillah saya selalu lolos melalui setiap tahap meskipun berat.”

Baca juga: Sempat Tak Disetujui Orang Tua, Lulusan Ilmu Keperawatan UGM Ini Sukses Berwirausaha