Tak Ingin Berspekulasi, Begini Cara Nurdin Santosa Pertahankan Bisnis Jamur di Masa Pandemi

44
Mempertahankan budidaya jamur di masa pandemi membutuhkan strategi khusus. Alumnus Fakultas Kedokteran Hewan UGM ini mengungkapkan, pembudidaya sebaiknya memiliki data yang jelas terkait jumlah produk yang bisa disediakan. Foto: Dok Pri
Mempertahankan budidaya jamur di masa pandemi membutuhkan strategi khusus. Alumnus Fakultas Kedokteran Hewan UGM ini mengungkapkan, pembudidaya sebaiknya memiliki data yang jelas terkait jumlah produk yang bisa disediakan. Foto: Dok Pri

KAGAMA.CO, BULAKSUMUR – Nurdin Santosa memberanikan diri untuk melakukan budidaya jamur, tepatnya pada tahun 2009. Jamur Jogja namanya.

Saat itu, dirinya masih sibuk menempuh studi di Fakultas Kedokteran Hewan UGM.

Usia yang masih muda memotivasinya untuk berkarya lebih banyak sekaligus untuk menyelamatkan masa depannya setelah lulus kuliah.

“Setidaknya, setelah lulus nanti saya tidak bingung mencari pekerjaan. Memulai budidaya jamur juga tak langsung besar.”

“Dalam proses meningkatkan hasil, saat masih kuliah saya juga jualan sate jamur di lingkungan kampus,” ujarnya.

Baca juga: Kewirausahaan Desa Harus Mendunia Demi Gerakan Ekonomi yang Berkelanjutan

Hal tersebut dia ceritakan dalam acara Bincang Desa, bertajuk Semua Bisa Menghadapi Peluang dan Tantangan Agribisnis di Tengah Pandemi, yang digelar oleh Desa Apps, pada Sabtu (3/10/2020) secara daring.

Menurutnya, sayuran merupakan bahan pangan pokok yang cepat habis, tak menutup kemungkinan jamur juga demikian.

Namun, budidaya jamur tidak selalu mudah, ketika rantai pemasaran komoditas sayuran terlalu panjang, akan membuat imbal hasil petani tidak sesuai harapan.

Berbagai kendala tersebut berhasil dilalui Nurdin. Kini usaha Nurdin perlahan berkembang, mulai dari jual beli jamur, bahan baku, hingga ke olahan.

Untuk melakukan budidaya jamur, Nurdin harus menyiapkan lebih dulu bahan baku berupa serbuk kayu sengon sebanyak 83 persen.

Baca juga: Mimpi Besar Aktivis KAGAMA Gelanggang Demi Sejahterakan Petani Lokal