Suroso, SIP, M.A.: Kagama Menyentuh Papua Barat Lebih Dekat

139
Bersama Ketua Kagama Papua Barat yang dipimpin oleh Bupati Tambrauw itu, Suroso mengaku banyak belajar dari masa kuliah di kampus kerakyatan dalam menjalankan roda organisasi. Foto: Istimewa
Bersama Ketua Kagama Papua Barat yang dipimpin oleh Bupati Tambrauw itu, Suroso mengaku banyak belajar dari masa kuliah di kampus kerakyatan dalam menjalankan roda organisasi. Foto: Istimewa

KAGAMA.CO, BULAKSUMUR – Sekretaris Pengurus Daerah (Pengda) Kagama Papua Barat, Suroso, S.IP., MA mengungkapkan, ada beberapa masalah lokal mendasar yang dihadapi Papua, antara lain masalah pendidikan dan kesehatan.

Guna menyikapi hal tersebut, Kagama Papua Barat mencanangkan seminar pembangunan yang membahas soal Papua dalam waktu dekat ini.

“Kami melihat ada titik kritis yang mungkin sentuhannya ada yang belum tepat, tentu kami akan melihatnya secara lebih akademis,” ujar Staf Ahli Bupati Sorong, Papua Barat ini.

Menjabat sebagai Sekretaris Kagama Papua Barat sejak Juli 2018, Suroso mengungkapkan setidaknya ada dua program dasar yang telah dijalankan Kagama Papua Barat di bawah pimpinan Gabriel Asem, yaitu program internal dan eksternal.

Program internal, diceritakan Suroso menyentuh bagian dalam organisasi, seperti merayakan Natal bersama untuk umat kristiani dan mengadakan halal bi halal ketika hari raya Idul Fitri.

Tak hanya serius menangani internal, program eksternal yang menyentuh masyarakat pun diperlakukan serupa.

Keseriusan tersebut nampak dalam salah satu program, yaitu bakti sosial yang memberikan layanan kesehatan kepada masyarakat.

Bakti Sosial Kagama Papua Barat. Foto: Istimewa
Bakti Sosial Kagama Papua Barat. Foto: Istimewa

Baca juga: Prof. Agus Sartono: Informasi Asimetris Harus Diperkecil untuk Menghindari Kegagalan Kebijakan

Program yang dijalankan berbeda dengan bakti sosial kesehatan pada umumnya yang hanya periksa tekanan darah hingga kolesterol.

Kagama Papua Barat memilih untuk menangani masalah kesehatan yang lebih berat, seperti bedah tumor jinak dengan menghadirkan dokter spesialis di lokasi.

Bahkan, jika ada masyarakat yang tak dapat ditangani secara langsung, pihaknya juga menyediakan fasilitas untuk membawa pasien ke rumah sakit yang lebih besar.

“Saat kami menjalankan program pengobatan gratis, kalau ada yang dapat ditangani di tempat, langsung kami tangani,” kata Suroso.

Selain melakukan pengobatan gratis, Kagama Papua Barat juga mengadakan program lain, seperti inisiasi taman bacaan yang digelar di Tambrauw Papua Barat, pengobatan hewan, hingga penyuluhan ke sekolah-sekolah.

“Misalnya sosialisasi gizi buruk, di sana masih jadi masalah utama,” ujarnya.

Munculnya kegiatan yang beragam diungkapkan Suroso tak lepas dari sumbangsih anggota Kagama Papua Barat yang berasal dari berbagai latar belakang.

Baca juga: Mengapa Penggunaan Pestisida di Indonesia Masih Tinggi?