Sumbangsih KAGAMA NTB Sejak 1976, dari Kegiatan Sosial hingga Membangun Pendidikan

64
KAGAMA NTB telah banyak berkontribusi untuk bangsa. Foto: Humas UGM
KAGAMA NTB telah banyak berkontribusi untuk bangsa. Foto: Humas UGM

KAGAMA.CO, BULAKSUMUR – Sebagai Perguruan Tinggi Negeri pertama di Indonesia, UGM telah banyak berperan dalam pembangunan nasional.

Salah satunya melalui sumbangsih alumni yang kini berjumlah 350 ribu lebih.

Para alumni bergotong royong, berkontrobusi lewat bidangnya masing-masing, terutama melalui wadah organisasi Keluarga Alumni Universitas Gadjah Mada (KAGAMA).

Tak hanya melalui program-program Pengurus Pusat (PP) yang kini diketuai oleh Gubernur Jawa Tengah, Ganjar Pranowo, sumbangsih para alumni juga mewujud lewat KAGAMA Komunitas, Pengurus Daerah (Pengda) dan Pengurus Cabang (Pengcab).

Salah satunya adalah Pengda KAGAMA Nusa Tenggara Barat (NTB).

Terbentuk pada tahun 1976, KAGAMA NTB awalnya memiliki cabang di Lombok Barat, Lombok Tengah, Lombok Timur, Sumbawa, dan Bima.

Dikutip dari buku 7 Windu Sumbangsih KAGAMA Bagi Bangsa dan Negara, mulai cukup banyak berkegiatan pada tahun 1988.

Baca juga: Dr. Deendarlianto Suka Dengarkan Musik Thrash Metal Saat Banyak Masalah

Kala itu KAGAMA NTB berkontribusi dengan mengadakan Bakti Sosial, menyelenggarakan diskusi panel dan ceramah.

Tak hanya itu, mereka juga membantu menyukseskan Kemah Bakti III yang digelar oleh Fakultas Teknologi Pertanian UGM.

Setahun kemudian, tepatnya pada 25-26 Agustus 1989, KAGAMA NTB mengadakan sebuah seminar bertajuk KAGAMA NTB dalam menunjang Pembangunan Daerah NTB.

Kala itu, KAGAMA NTB membabar sebanyak empat makalah, yang berjudul Penggalian dan Peningkatan Sumber Pendapatan Daerah, Mutu Pendidikan di NTT, Pengembangan modal di NTT, dan Kampanye Sadar Wisata.

Rekomendasi hasil seminar tersebut selanjutnya disampaikan kepada pemeritah.

Kegiatan sosial yang digawangi KAGAMA NTB kemudian kembali berlanjut pada Desember 1991.

KAGAMA NTB  pada masa itu mengadakan bakti sosial di Dusun Sombe, Desa Gelanggang, Kecamatan Sakra, Lombok Timur.

Baca juga: Dampak Virus Corona Tumbangkan Perekonomian Tiongkok