KAGAMA.CO, BULAKSUMUR – Gubernur Daerah Istimewa Yogyakarta Sri Sultan Hamengku Buwono X akan menyambut peserta Nitilaku Perguruan Kebangsaan 2017, Minggu (17/12/2017) mulai pukul 06.00 WIB di Pagelaran Keraton Yogyakarta. Selanjutnya, sebagai tuan rumah, setelah memberikan sambutan, Sultan HB X yang juga alumnus Fakultas Hukum UGM, akan melepas peserta Nitilaku untuk berjalan kaki sejauh 5,7 kilometer ke arah Bulaksumur, Sleman, Yogyakarta.

“Insyaallah Ngarsa Dalem akan memberikan sambutan dan pelepasan (peserta Nitilaku) dari Pagelaran Keraton,” urai Rektor UGM Prof. Ir. Panut Mulyono, M, Eng,, D, Eng. kepada wartawan, Sabtu (16/12/2017) di Balairung UGM, Bulaksumur, Sleman, Yogyakarta.

Dikatakan Panut, Nitilaku merupakan program tahunan dalam rangkaian Dies Natalis UGM. Dalam pelaksanaannya dikembangkan dan dikemas menjadi event pariwisata Yogyakarta, dengan konsep pelaksanaan yang melibatkan tidak hanya alumni, namun juga dengan konsep kerja sama kampus, kampung, dan keraton. Sebagai event budaya, Nitilaku dikemas dengan peserta mengenakan pakaian zaman dulu atau jadul menyerupai pakaian para pejuang atau gerilyawan serta pakaian adat Nusantara.

“Kecuali kita dari kampus, termasuk alumninya, juga kampung di Yogyakarta yang ikut kegiatan itu. Besok di pinggir-pinggir jalan ada makanan dan minuman yang disediakan masyarakat sekitar. Juga ada panggung-panggung menampilkan kesenian masyarakat. Sebagai peringatan awal kuliah di pagelaran keraton dan beberapa komplek lingkungan keraton, Nitilaku menjadi event tahunan yang sudah terjadwal di kepariwisataan. Sehingga, dengan gaya mengenang masa lalu menjadi daya tarik wisatawan,” terang Panut.

Panut menambahkan, semangat sivitas akademika UGM sekarang antara lain menjadikan UGM mampu memenangi persaingan global. Untuk bisa memenangi persaingan golobal tentu sumber daya manusia (SDM) ditingkatkan kualitasnya menjadi hebat dan tanguh yang bisa menangkal tenaga asing dari luar.

“Dari teknologi dan temuan penelitian harapannya bisa dihilirisasi, diejawantahkan menjadi produk yang bisa memenuhi kebutuhan masyarakat sehingga mengurangi ketergantungan kita terhadap produk impor,” ucapnya menandaskan. [rts]