Suka Duka Mahasiswa Asing UGM Belajar Bahasa Indonesia

220

Baca juga: Sukses Gelar Festival Indonesia, Dubes Wahid Diganjar Rekor MURI

“Ada kemudahannya yaitu struktur bahasa Kamboja hampir sama dengan bahasa Indonesia. Tetapi, kesulitannya ada beberapa, pertama bahasa Indonesia dipengaruhi oleh bahasa daerah,” ungkapnya.

Selain itu, kata Kem, kesulitan lain dijumpai pada bagian tata bahasanya.

Untuk bagian-bagian lain Kem mengaku memperoleh nilai baik, tetapi masih kurang untuk tata bahasa.

“Beberapa tata bahasa hanya dipakai untuk kebutuhan akademik saja, tetapi tidak di masyarakat umum,” ujar Kem.

Baca juga: Dubes Djauhari: Indonesia Berpotensi Jadi Kekuatan Ekonomi Digital Terbesar Asia Tenggara

Diceritakan oleh Kem, karena tata bahasa yang ia pakai tidak digunakan di masyarakat umum, Kem bertanya lagi pada dirinya sendiri tentang manfaat ia belajar tata bahasa tersebut.

Momen lain yang menjadi tantangan Kem belajar bahasa Indonesia yaitu ketika Kem mempraktikkan kemampuan bahasanya ke masyarakat, tetapi orang yang ia ajak berkomunikasi justru tak memahaminya.

Satu momen lain yang menjadi tantangan bagi Kem yakni saat menyimak obrolan orang-orang Indonesia yang lebih sering menggunakan bahasa daerah, khususnya masyarakat di Yogyakarta.

Hal itu membuat Kem merasa tidak nyaman, karena ia sama sekali tidak memahaminya.

Baca juga: Mahasiswa Asal Rusia yang Mencintai Budaya Indonesia