Strategi Pemerintah Ciptakan Bonus Demografi yang Berkualitas

15
Menko Muhadjir menyebut, generasi muda akan menjadi pemimpin di tahun 2045 mendatang. Untuk menghindsri aging population, generasi muda harus produktif. Foto: Ist
Menko Muhadjir menyebut, generasi muda akan menjadi pemimpin di tahun 2045 mendatang. Untuk menghindsri aging population, generasi muda harus produktif. Foto: Ist

KAGAMA.CO, KALBAR – Indonesia harus bersiap menghapi era bonus demografi pada 2030 sampai 2040 mendatang.

Dalam era ini, persentase jumlah penduduk usia produktif mencapai lebih dari 60 persen dari total jumlah penduduk Indonesia.

Dengan SDM yang melimpah tersebut, bonus demografi menjadi momentum strategis bagi Indonesia untuk melakukan percepatan pembangunan.

Percepatan pembangunan tersebut sekaligus mendukung agenda besar Suistainable Development Goals pada 2030 mendatang.

Demikian disampaikan Menko PMK, Muhafjir Effendy dalam diskusi Pelajar Mendunia bersama Pengurus Wilayah Pelajar Islam Indonesia (PW PII) Kalimantan Barat pada Sabtu (27/6/2020).

Baca juga: Ganjar Ajak KAGAMA Sumbar Manfaatkan Keberagaman untuk Membangun Daerah

“Di saat yang sama pemerintah telah mencanangkan Visi Indonesia Emas tahun 2045. Dengan visi ini harapannya akan tercipta generasi produktif yang berkualitas,” ujarnya.

Dia menerangkan, saat ini pemerintah sedang fokus mengolah berbagai program dari Visi Indoensia Emas 2045 itu.

Menurutnya, salah satu kunci penting memanfaatkan SDM yang melimpah di era bonus demografi yaitu adanya kesesuaian keterampilan dan bidang yang dikuasai dengan lapangan kerja yang tersedia.

“Untuk itu, kami sedang fokus menyiapkan berbagai lapangan pekerjaan. Bersamaan dengan itu membuka peluang investasi dalam negeri dan luar negeri, yang ke depannya dapat membuka lapangan pekerjaan untuk generasi yang lebih produktif,” jelas pria kelahiran 1956 ini.

Muhadjir menjelaskan, pemerintah tidak ingin kehilangan momentum di masa bonus demografi.

Baca juga: Indonesia Perlu Belajar dari Ceko tentang Penanganan Covid-19