Strategi Agar Koperasi Mampu Bersaing dan Berkelas Dunia

120
Ketua Departemen Sosial Ekonomi Pertanian UGM, Dr. Jangkung Handono menuturkan, koperasi butuh penguatan lebih. Ke depan Jangkung berharap agar koperasi bisa sejajar dengan BUMN dan swasta. Foto: Ist
Ketua Departemen Sosial Ekonomi Pertanian UGM, Dr. Jangkung Handono menuturkan, koperasi butuh penguatan lebih. Ke depan Jangkung berharap agar koperasi bisa sejajar dengan BUMN dan swasta. Foto: Ist

KAGAMA.CO, BULAKSUMUR – Koperasi telah berdiri tegak selama 70 tahun lebih dan terus terlihat perkembangannya.

Dari data yang dihimpun oleh dosen Departemen Sosial Ekonomi Pertanian UGM, Dr. Jangkung Handoyo Mulyo, M.Ec, jumlah koperasi di Indonesia saat ini ada 123.000.

Jumlah tersebut dengan anggota sebanyak 22,5 juta dan aset sebesar 152 triliun.

“Dari data tersebut menunjukkan bahwa koperasi merupakan organisasi yang besar. Artinya punya kontribusi yang besar dalam pembangunan nasional,” ujarnya.

Hal tersebut Jangkung sampaikan dalam diskusi Strategi Pengembangan Koperasi sebagai Sokoguru Perekonomian Nasional dalam Tata Kehidupan Normal Baru, pada Selasa (14/7/2020) yang dihelat oleh Fakultas Pertanian UGM, secara daring.

Baca juga: Ketua KAFEGAMA Ungkap 5 Langkah Penting Atasi Dampak Covid-19 di Dunia Usaha dan Perbankan

Namun, kata Jangkung, sayangnya dunia mengalami disrupsi yang besar, termasuk di dunia keuangan. Disrupsi yang luar biasa ini menjadi tantangan besar bagi koperasi.

Jangkung mengatakan, koperasi juga semakin dituntut untuk berkembang cepat di tengah pandemi Covid-19 ini.

Menurutnya perlu ada strategi khusus pengembangan koperasi. Harus ada beberapa penguatan.

“Salah satunya di bidang kelembagaan. Bagaimana mengembangkan koperasi yang berorientasi pada generasi milenial. Ini jadi tantangan tersendiri,” jelas alumnus UGM angkatan 1989 ini.

Kedua, tantangan manajerial. Perlu ada pengelolaan koperasi yang mengarahkan seluruh pengelola koperasi termasuk, badan pengawas, dewan pengurus, divisi-divisi, hingga manager untuk sadar akan tantangan zaman.

Baca juga: Kunci Agar Indonesia Terhindar dari Resesi Ekonomi Menurut Ekonom UGM