Sosok yang Gigih dan Tak Pernah Mengeluh Itu Telah Tiada

5348

Baca juga: Menhub Budi Karya Teteskan Air Mata karena Doa dari Tiga Teman Sejati Bantu Dirinya Sembuh

Di samping itu, juga mendorong mahasiswanya untuk segera menyelesaikan skripsi atau tesis tepat waktu.

Senada dengan kolega Dulbahri yang lain, sosok yang akrab dengan mahasiswa dan rekan kerja sesama dosen, juga ditemukan oleh Prof. Dr. Muhammad Baiquni, M.A. dalam diri Dulbahri.

“Ketika saya mahasiswa, jadi asisten praktikum Penginderaan Jauh Dasar, beliau mengawal para asisten untuk menjalankan tugas dengan disiplin dan ketekunan,” ujar Baiquni.

Dulbahri merupakan dosen dan peneliti di Center for Remote Sensing (PUSPICS) UGM.

Diungkapkan Baiquni, Dulbahri banyak memberi warna pengembangan keilmuan mengenai interpretasi citra satelit, pembuatan peta dan SIG.

“Ketika saya masuk menjadi dosen, beliau banyak memberi arahan dan nasihat serta mengawal karier sebagai dosen.”

“Keakraban terjalin sampai saya juga bisa menjadi guru besar,” tutur Baiquni.

Baca juga: KAGAMA Bengkulu Bantu Tangani Covid-19 Sejak Awal Status Darurat

Ketua Departemen Geografi Pembangunan UGM itu menuturkan, Dulbahri merupakan anggota kehormatan bagi GEGAMA, organisasi mahasiswa pecinta alam yang berdiri pada 1980.

Sampai sekarang, Baiquni masih mengingat pesan berharga yang pernah disampaikan Dulbahri.

“Almarhum ingin dosen muda bisa memperluas ilmu, berbagi pengalaman, dan berkarya.”

“Kalau bisa bergerak cepat, jangan menunda-nunda,” ujar Baiquni menirukan pesan yang disampaikan almarhum saat dirinya masih mengawali karier sebagai dosen.

Selain mengajar di Fakultas Geografi, Dulbahri diketahui juga menjadi tim pengajar Sistem Informasi Geografis di Magister Ilmu Kedokteran, FK-KMK UGM.

Sosok yang dikukuhkan sebagai Guru Besar pada 11 Agustus 2001 itu dimakamkan di Pemakaman Sawit Sari UGM, pada Kamis (07/05/2020). (Kn/-Th)

Baca juga: Harga Sayur Anjlok Akibat Covid-19, KAGAMA Bengkulu Turun Tangan Bantu Petani