Solusi Sampah Plastik dari UGM

38
Peliknya masalah sampah plastik di Indonesia mendorong tim peneliti dari Departemen Teknik Mesin dan Industri, Fakultas Teknik UGM menciptakan inovasi mesin pencacah sampah plastik. Selanjutnya, cacahan sampah plastik bisa digunakan sebagai bahan campuran aspal. Foto: Taufiq Hakim
Peliknya masalah sampah plastik di Indonesia mendorong tim peneliti dari Departemen Teknik Mesin dan Industri, Fakultas Teknik UGM menciptakan inovasi mesin pencacah sampah plastik. Selanjutnya, cacahan sampah plastik bisa digunakan sebagai bahan campuran aspal. Foto: Taufiq Hakim

KAGAMA.CO, BULAKSUMUR – Darurat sampah plastik sudah melanda Indonesia dan dunia.

Menurut data PBB setiap tahun manusia memproduksi 400 juta ton sampah plastik dan 13 juta tonnya terbuang ke lautan.

Akibatnya banyak hewan laut yang mati sia-sia karena menelan berkilo-kilo sampah plastik.

Kita masih ingat nasib seekor paus sperma yang ditemukan mati terdampar di pantai Pulau Kapota, Taman Nasional Wakatobi, Sulawesi Tenggara pada akhir 2018.

Nahasnya, di dalam perut spesies bergigi terbesar di dunia itu terdapat enam kilogram sampah plastik.

Baca juga: Kagama Goes to Munas Gelar Gerakan Bali Resik Sampah Plastik

Bangkai binatang laut lainnya dengan berkilo-kilo sampah plastik di dalam perutnya juga ditemukan di Filipina, Thailand dan Malaysia.

Yang paling miris, kejadian bangkai paus sperma yang terdampar di pantai Porto Cervo. Sebuah destinasi yang cukup popular di Italia.

Di dalam perut paus tersebut terdapat 22 kilogram sampah plastik. Mamalia itu ditemukan mati dalam keadaan bunting.

Tak dapat dipungkiri, kehidupan manusia, tak terkecuali di Indonesia sudah bergantung pada  kantong plastik.

Saat berbelanja, kantong plastik selalu menjadi pilihan untuk membungkus barang belanjaan. Begitu juga saat membeli makanan.

Tanpa kantong plastik, seolah kurang lengkap. Membawa tas belanja atau tempat makan dari rumah, yang dulu pernah menjadi budaya masyarakat kita, justru kini tak lagi dilakukan.

Baca juga: Jadi Ketua Kagamahut Dua Periode, Ir. Hartono, M.Sc Ingin Maksimalkan Peran Alumni Muda

Campuran Aspal

Kenyataan tersebut mendorong tim peneliti dari Departemen Teknik Mesin dan Industri, Fakultas Teknik UGM menciptakan inovasi mesin pencacah sampah plastik.

Cacahan plastik tersebut dapat digunakan sebagai campuran aspal jalan hingga 20 persen.

Penelitian tersebut digawangi oleh Ir. Muslim Mahardika, ST., M.Eng., Ph.D., IPM.; Prof. Ir. Nizam, M.Sc., Ph.D. (Dekan Fakultas Teknik UGM); Dr. Rachmat Sriwijaya, dan tiga orang mahasiswa yaitu Akbar Andi Wicaksono (S1 Teknik Mesin), Fajar Yulianto Prabowo (S2 Teknik Mesin), dan Sigiet Haryo Pranoto (S2 Teknik Mesin).

Ide tersebut didukung oleh Kementerian Pekerjaan Umum dan Perumahan Rakyat (PUPR).

Menteri PUPR Basuki Hadimuljono mengatakan, inovasi tersebut dapat berkontribusi untuk mengurangi limbah plastik di Indonesia…

[Baca selengkapnya di Majalah Kagama Edisi Nomor 33]

Majalah KAGAMA Edisi Nomor 33
Majalah KAGAMA Edisi Nomor 33