Soal Wabah Virus Corona, Presiden Jokowi Pastikan Perlindungan WNI di Wuhan

51
Presiden Jokowi memastikan agar pengiriman bantuan dapat berjalan dengan baik, selain juga mengimbau agar masyarakat meningkatkan kewaspadaan. Foto: Humas kemensetneg
Presiden Jokowi memastikan agar pengiriman bantuan dapat berjalan dengan baik, selain juga mengimbau agar masyarakat meningkatkan kewaspadaan. Foto: Humas kemensetneg

KAGAMA.CO, SURABAYA – Wabah virus Corona yang melanda Wuhan, China, kini menyita perhatian Pemerintah Republik Indonesia.

Lantaran banyak warga Indonesia yang tinggal di Negeri Tirai Bambu itu, pemerintah kini berupaya keras memberikan perlindungan.

Selain itu, pemerintah melalui KBRI Beijing juga berusaha mencukupi kebutuhan warganya yang tinggal di daerah terdampak.

Hal itu diungkapkan oleh Presiden Republik Indonesia, Joko Widodo, yang juga terus memantau perkembangan wabah Corona, baik di Indonesia maupun China.

Mengutip laman resmi Biro Setpres, Presiden Jokowi menerangkan bahwa Kedutaan Besar Republik Indonesia (KBRI) di Beijing terus menjalin kontak dengan WNI di sana.

“Sementara masih berada di sana, KBRI sudah bicara detail dan mengikuti,” ujarnya di tengah kunjungan kerja di PT PAL Indonesia, Surabaya, Senin (27/1/2020).

Selain itu, Presiden Jokowi memastikan agar pengiriman bantuan dapat berjalan dengan baik, selain juga mengimbau agar masyarakat meningkatkan kewaspadaan.

Baca juga: Lowkol, Inovasi Susu Probiotik Penurun Kolesterol Karya UGM

Namun, alumnus Fakultas Kehutanan UGM ini meminta masyarakat diminta untuk tidak panik dan cemas secara berlebihan.

“Pengawasan di semua bandara kita terutama yang berhubungan dengan flight dari dan ke Tiongkok sudah dilakukan,” ucap Presiden Jokowi.

“Yang paling penting hati-hati dan waspada terhadap gejala yang ada,” tambahnya.

Antisipasi terhadap gejala virus Corona diungkapkan pula oleh Menteri Perhubungan, Budi Karya Sumadi.

Menhub mengungkapkan pentingnya melakukan upaya preventif yang lebih intensif.

Upaya yang perlu dilakukan oleh para operator sektor transportasi udara dan laut adalah melakukan pemantauan dan pemeriksaan penumpang dan kru yang lebih intensif, khususnya penumpang asal Tiongkok.

Selain itu, alumnus Fakultas Teknik UGM ini meminta para pemangku kepentingan untuk melakukan koordinasi intensif, serta menghimbau pada petugas bandara dan pelabuhan internasional yang dilalui penumpang dari Tiongkok untuk menggunakan masker.

“Tadi malam, Saya telah meminta Dirjen Hubud, Dirjen Hubla berkoordinasi dengan AP I, AP II, Pelindo I sampai dengan IV untuk segera melakukan upaya secara intensif,” ucap Budi Karya. (Ezra)

Baca juga: KAFEGAMA NTB Launching 2 Startup Binaan untuk Tantang Era Ekonomi Digital