Soal Vaksin Corona, Begini Kata Pakar UGM

109
dr. Sumardi, Sp. PD, KP., FINASIMmenjelaskan bahwa mutasi virus yang cepat memiliki andil pada pengembangan vaksin. Foto: Humas UGM
dr. Sumardi, Sp. PD, KP., FINASIMmenjelaskan bahwa mutasi virus yang cepat memiliki andil pada pengembangan vaksin. Foto: Humas UGM

KAGAMA.CO, BULAKSUMUR – Dosen Fakultas Kedokteran, Kesehatan Masyarakat, dan Keperawatan (FK-KMK) UGM, dr. Sumardi, Sp. PD, KP., FINASIM., mengungkakan bahwa menyebut virus corona bermutasi dengan cepat.

Menurut Global Initiative for Sharing All Influenza (GISAID), ada tiga tipe virus corona yang dikelompokkan secara global, yaitu S, G, dan V.

Virus corona di Indonesia diketahui tidak termasuk dalam tiga tipe ini, dan diidentifikasi sebagai tipe O atau others.

Mutasi dalam virus corona terjadi manakala ada replikasi dalam sel yang kemudian disalin kode genetiknya.

Pasalnya, virus corona merupakan jenis RNA yang dapat membuat Salinan baru kala bertemu dengan sel yang ditumpangi, untuk terus menjangkiti sel lain.

Baca juga: Pandemi Covid-19 Munculkan Persoalan Limbah Medis

“Mutasi virus ini merupakan siklus normal dalam sebuah evolusi virus,” ungkap pria yang dikenal sebagai Pakar Penyakit Dalam Spesialis Pari-Paru (Internis Pulmunologist) ini.

“Akan tetapi, adanya mutasi ini bisa mengubah tingkat keparahan penyakit yang disebabkan oleh virus tersebut.”

“Virus yang telah bermutasi biasanya lebih kuat dibandingkan dengan sebelumnya,” ungkapnya menambahkan.

Sumardi menjelaskan bahwa kondisi mutasi yang cepat ini memiliki andil pada pengembangan vaksin.

Kondisi ini serupa dengan pengembangan vaksin pada virus HIV.

Baca juga: Adopsi Gerakan Canthelan, KAGAMA Sulbar Galang Solidaritas di Masa Pandemi