Smart Farming Disebut sebagai Masa Depan Pertanian Indonesia

21
Smart farming disebut-sebut sebagai masa depan pertanian di Indonesia. Foto: Ist
Smart farming disebut-sebut sebagai masa depan pertanian di Indonesia. Foto: Ist

KAGAMA.CO, BULAKSUMUR – Smart farming, atau yang biasa disebut dengan pertanian presisi merupakan sistem pertanian yang mengoptimalkan penggunaan sumber daya.

Hal ini guna mendapatkan hasil yang maksimal dan mengurangi dampak buruh kepada lingkungan.

Smart farming juga disebut-sebut sebagai masa depan pertanian di Indonesia.

Demikian disampaikan Andri Prima Nugroh, peneliti Smart Farming yang merupakan Dosen Fakultas Teknologi Pertanian UGM.

Andi menjelaskan hal tersebut dalam Bincang Desa edisi ke-20 pada Sabtu (27/3/2021) secara daring.

Smart farming disebut-sebut sebagai masa depan pertanian di Indonesia. Foto: Ist
Smart farming disebut-sebut sebagai masa depan pertanian di Indonesia. Foto: Ist

Baca juga: Kagama Jateng dan Kagama Pemalang Tanam Bibit Kelapa di Kawasan Obyek Wisata Purana Farmland

“Smart farming ini hadir di Indoensia dengan berbagai macam bentuk.”

“Mulai dari penggunaan teknologi untuk membantu pekerjaan petani, penggunaan big data, hingga pemanfaatan AI atau Artificial Intelligent,” imbuhnya.

Sementara itu, Sribudi Astuti, S.T.P., owner Rejeki Tani lebih lanjut mejelaskan tentang penerapan smart farming.

Menurut Sribudi, penerapan smart farming di tingkat petani harus sejalan dengan pertanian yang berpegangan pada market-oriented farming.

“Smart farming diharapkan mampu menjadi solusi pertanian masa kini yang ramah lingkungan dan berlangsung sustainable,” ujarnya. (Mk/-Th)

Baca juga: Public Speaking Nggak Cuma Perkara Orang Bisa Ngomong Panjang Lebar