Sistem Keamanan Pangan Perlu Diperkuat untuk Cegah Keracunan Makanan

57
Guru Besar FTP UGM, Prof. Dr. Ir. Endang S. Rahayu berbicara tentang pentingnya sistem keamanan pangan dalam acara gerakan kemanusiaan Sambatan Jogja (SONJO). Foto: Humas UGM
Guru Besar FTP UGM, Prof. Dr. Ir. Endang S. Rahayu berbicara tentang pentingnya sistem keamanan pangan dalam acara gerakan kemanusiaan Sambatan Jogja (SONJO). Foto: Humas UGM

KAGAMA.CO, BULAKSUMUR – Keamanan sanitasi pangan merupakan tanggung jawab semua orang.

Mengutip PP No 86 Tahun 2019 tentang keamanan pangan, Prof. Dr. Ir. Endang S. Rahayu, MS, mengungkapkan bahwa keamanan pangan menjadi tanggung jawab pemerintah, masyarakat, dan produsen.

Kepala Pusat Studi Pangan dan Gizi UGM itu menuturkan, sistem keamanan pangan dibuat agar pangan terlindungi dari bahaya biologis, bahaya kimia, dan bahaya fisik.

“Makanan bisa menimbulkan penyakit apabila terkontaminasi bakteri, virus, parasit alergen, cemaran bahan kimia, miko toksin, dan toksin alami.”

“Namun, paling umum ditemui adalah makanan yang terkontaminasi bakteri, karena bakteri ini tumbuh dengan cepat. Sekitar 20 menit sekali bakteri itu bisa berkembang,” ujarnya.

Baca juga: Rimbawan KAGAMA: UU Cipta Kerja Harus Didukung, tapi Tetap Utamakan Keselamatan Lingkungan

Pemaparannya ini dia sampaikan dalam acara diskusi online Sonjo Angkringan, bertajuk Keamanan dan Higiene Sanitasi Pangan, yang digelar oleh gerakan kemanusiaan Sambatan Jogja (SONJO) beberapa waktu lalu.

Edang menyebut, orang yang mengonsumsi makanan mengandung bakteri berbahanya, pada umumnya akan mengalami gejala seperti muntah-muntah, nausea, dan diare kronis.

Ada dua jenis gejala penyakit akibat kontaminasi makanan, yakni intoksikasi dan infeksi.

Intoksikasi, kata Endang, merupakan gejala penyakit yang muncul akibat toksin dari patogen yang dihasilkan selama pertumbuhannya pada makanan.

Sedangkan infeksi adalah gejala penyakit yang muncul akibat tumbuhnya patogen enterik pada saluran pencernan.

Baca juga: Perjalanan Gabriel Asem Membangun Tambrauw yang Awalnya Hanya Berupa Perbukitan dan Pantai