Sinergi Trio KAGAMA Sulsel Majukan Petani Kopi Lokal

115
Kepedulian terhadap nasib petani lokal pada masa pandemi Covid-19 memunculkan gagasan solutif dari trio KAGAMA Sulsel. Foto: Ist
Kepedulian terhadap nasib petani lokal pada masa pandemi Covid-19 memunculkan gagasan solutif dari trio KAGAMA Sulsel. Foto: Ist

KAGAMA.CO, MAKASSAR – Tiga personel Pengurus Daerah (Pengda) KAGAMA Sulawesi Selatan (Sulsel) sering minum kopi bersama.

Mereka adalah Sulaiman Abdul Hakim (alumnus FKG UGM angkatan 1990), Boedi S Julianto (alumnus FTP UGM 1991), dan Hasbi Asga (alumnus Magister FIB UGM angkatan 2011).

Trio sering jadi koordinator penyaluran bantuan dari komunitas sosial atau alumni.

Terbaru, mereka beraksi kala menyalurkan APD (Alat Pelindung Diri) pada masa pandemi Covid-19. Serta menggalang donasi untuk korban Banjir Bandang Masamba, belum lama ini.

Di tengah pandemi yang belum juga mereda, Sul dan dua Karibnya itu melihat fenomena yang menimpa para petani kopi. Khususnya petani kopi di beberapa daerah di Sulawesi Selatan.

Baca juga: Wadubes Azis Nurwahyudi Ungkap Arti Lapangan Merah di Kota Moskow

“Akibat pandemi Covid-19, aktivitas masyarakat di luar rumah jadi berkurang, sangat terbatas atau berhenti ” kata Sul, saat dihubungi Kagama via pesan WhatsApp.

“Pada akhirnya menimbulkan persoalan lain, yaitu tidak terserapnya hasil kebun Kopi karena kendala pemasaran (Gaptek), biaya pengiriman, dan terbatasnya pangsa pasar lokal,” jelas Ketua Bidang Pengabdian Masyarakat KAGAMA Sulsel ini.

Karena itu, Sul, Boedi, dan Hasbi bertekad membantu petani kopi dengan pembinaan mulai proses panen hingga memasarkan produknya ke luar Sulsel.

Kebetulan, Boedi yang merupakan owner Posko UKM Jasuda, telah membina petani kopi dan rumput laut di beberapa daerah. Yakni di Kabupaten Bantaeng, Bulukumba, dan Takalar. Sementara itu, Hasbi membina petani kopi di Kabupaten Sinjai.

Sinergi ketiganya pun melahirkan brand “KingCoffee” dengan empat varian.

Baca juga: Pengurus KAGAMA Jateng Raih Penghargaan dari Lembaga Prestasi Indonesia Dunia