Sikap yang Mengantarkan Alumnus Farmasi UGM Angkatan 1983 Ini Jadi Kepala BSN

1812
Kisah perjuangan pada masa silam mengiringi perjalanan alumnus Farmasi UGM, Kukuh Syaefudin Achmad, hingga menjadi Kepala BSN (Badan Standardisasi Nasional). Foto: Joseph
Kisah perjuangan pada masa silam mengiringi perjalanan alumnus Farmasi UGM, Kukuh Syaefudin Achmad, hingga menjadi Kepala BSN (Badan Standardisasi Nasional). Foto: Joseph

KAGAMA.CO, BULAKSUMUR – Rabu (10/6/2020) menjadi hari yang bersejarah bagi Apt. Drs. Kukuh Syaefudin Achmad, M.Sc.

Sebab, pada hari itu, namanya disebut sebagai Kepala BSN (Badan Standardisasi Nasional) periode 2020-2025.

Alumnus Fakultas Farmasi UGM angkatan 1983 itu dilantik Menteri Riset dan Teknologi/Kepala BRIN, Bambang Brodjonegoro di Ruang Jirap Gedung B.J. Habibie, Jakarta.

Amanah sebagai Kepala BSN sekaligus Ketua Komite Akreditasi Nasional (KAN) membuat Kukuh meninggalkan jabatan lamanya. Yakni Deputi Bidang Penerapan Standar dan Akreditasi BSN serta Sekretaris Jenderal KAN.

Di balik prestasi moncernya menduduki posisi tertinggi di BSN, Kukuh tentu menyimpan kisah perjuangan panjang.

Baca juga: Guru Besar FEB UGM Jelaskan Hal yang Harus Diperhatikan Pelaku Ekonomi Jelang Normal Baru

Kisah itu dimulai setelah dia menyelesaikan program apoteker dari Fakultas Farmasi UGM pada 1989.

Sebagai freshgraduate yang haus akan pengalaman, Kukuh tidak neko-neko. Keinginannya sederhana, ingin bekerja di Jakarta.

Lantas berangkatlah dia ke Jakarta dan diterima sebagai pegawai honorer. Yakni di Balai Bimbingan Pengujian Mutu Hasil Perikanan (BBPMHP), Ditjen Perikanan, Departemen Pertanian.

Meski keinginan bekerja di Jakarta terwujud, lelaki kelahiran 1965 ini harus menghadapi godaan untuk keluar dan mencari pekerjaan lain.

Maklum, kenyataan bekerja di lingkungan pemerintah dengan gaji pas-pasan pada waktu itu memang tak bisa dimungkiri.

Baca juga: Wakil Dubes KBRI Wina Jebolan UGM Ungkap Langkah Austria Tekan Penularan Covid-19