Sering Dianggap Buruk, Melamun Ternyata Jadi Tanda Baik bagi Otak

25

Dari perlakuan ini, para peneliti kemudian mencari bagian otak mana saja yang berfungsi sebagai default mode network. Bagian-bagian otak ini saling bekerja sama untuk membentuk aktifitas tersebut. Tak hanya itu, mereka diminta untuk mengisi kuesioner, lalu mengikuti tes kreativitas dan kecerdasan.

Setelah melalui proses ini, ditemukan beberapa poin penting. Pertama, mereka yang punya kebiasaan melamun, dapat dengan mudah mengganti mode aktivitas otaknya. Kedua, dalam tes kecerdasan dan kreativitas, seorang yang melamun terbukti memiliki performa yang lebih baik dibandingkan mereka yang jarang melamun.

Sebuah studi baru yang mendukung uji kebenaran ini, juga telah membuktikan bahwa melamun dapat membantu anda menyelesaikan masalah dengan cara kreatif. Di samping itu, melamun memiliki manfaat bagi perencanaan masa depan anda.

Uji kebenaran sudah dilakukan dan membuktikan bahwa melamun dapat mengembangkan kinerja otak, yang kemudian bermanfaat dalam penyelesaian masalah. Saat ini dilakukan studi lagi yang berkebalikan dari itu. Hasilnya, kebiasaan melamun ditemukan pada anak-anak yang memiliki prestasi akademik bagus.

Penemuan Schumacher ini sangat menarik, anak-anak pada umumnya butuh waktu 5 menit untuk mempelajari hal baru, tetapi anak yang suka melamun bisa belajar hanya dalam waktu 1 menit. Setelah itu, mereka melihat ke satu titik di dalam atau di luar ruangan, lalu melamunlah mereka.

Anda sering melamun tanpa sadar? Jangan menganggapnya sebagai kebiasaan buruk. Manfaatkan efek positif melamun untuk kegiatan yang bermanfaat.(Kinanthi)