Belajar dari Pengalaman di Daerah Terpencil

Ide pengembangan alat berawal dari pengalaman rekan-rekannya dari FKG yang tengah menjalankan kegiatan pengabdian masyarakat (KKN). Persoalan muncul saat akan melakukan perawatan gigi dan mulut  di daerah yang kurang terjangkau listrik maupun keberadaan kursi.

“Dengan alat yang sudah ada di pasaran tidak memungkinkan untuk dibawa saat melakukan pengabdian masyarakat karena dimensi yang besar dan berat sehingga kurang praktis dibawa kemana-mana,” papar Fita.

Fita  menjelaskan pada umumnya alat perawatan kesehatan gigi dan mulut yang ada di rumah sakit atau klinik menyatu dengan kursi gigi. Salah satunya seperti saliva ejector yang berperan penting dalam prosedur perawatan gigi dan mulut. Alat ini berfungsi sebagai penghisap air liur saat penambalan gigi agar tidak mengurangi kekuatan bahan tambal.