Komponen-komponen tersebut selanjutnya dirangkai dalam suatu wadah sehingga praktis dan mudah dibawa ke mana saja. Dilengkapi dengan bateri yang bisa bertahan hingga 2 jam sesuai dengan standar minimal perawatan gigi dan memiliki kecepatan sedokt 10 ml/detik.

“Baterai ini bisa dapat dicharge serta dilengkapi indikator agar dapat di monitor berapa persen sisa baterai,” tutur mahasiswa Kedokteran Gigi angkatan 2016 ini.

Dalam pembuatan alat ini Nur Halimah mengajak Fita Fathya Iriana (Kedokteran Gigi 2017), Adintaka Galih S (Teknik Fisika 2015), Yarabisa Yanuar (Teknik Mesin 2014), dan Laura Yahdiyani (Manajemen 2016).