Senangnya Tetangga dan Kerabat dari Kampung Merayakan Momen Wisuda

32
Wisuda UGM.(Foto: Tari)
Wisuda UGM.(Foto: Tari)

KAGAMA.CO, BULAKSUMUR – Kamis pagi (22/11/2018) daerah sekitaran UGM diguyur hujan yang cukup deras. Turunnya hujan membuat panik para peserta dan keluarga wiaudawan.

Maklum, pada hari itu UGM punya hajatan rutin melepas ribuan mahasiswanya dengan prosesi wisuda. Sedari pagi daerah sekitaran UGM telah dipadati banyak kendaraan keluarga dan kolega wisudawan yang turut hadir.

Hal tersebut menjadi bukti bahwa kebahagian dalam momen wisuda tidak hanya milik wisudawan. Tetapi juga sanak saudara dan para kerabat.

Rusdi, misalnya, datang ke UGM bersama rombongan menyambut salah satu wisudawan. Rusdi dan rombongan berasal dari Pacitan Jawa Timur.

Uniknya, Rusdi sebenarnya tidak ada hubungan darah sama sekali dengan salah satu wisudawan yang ia sambut. Ia hanya mengenal wisudawan tersebut sebagai tetangganya di kampung.

Ia ikut karena mengenal cukup dekat dengan wisudawan. “Dulu saya yang momong waktu kecil. Sering ke rumah saya, sekarang sudah sarjana,” ujar Pria 56 tahun tersebut.

Rusdi mengaku sangat antusias untuk datang. Ia dan rombongan patungan untuk menyewa mobil menuju ke UGM. “Patungan sedikit-sedikit, lumayan sekalian liburan ke Jogja,” ungkapnya.

Lain lagi dengan Sumirah, wanita asal Probolinggo tersebut datang ke wisuda keponakanya dengan menggunakan kereta api. Keponakannya sendiri tinggal di Jogja bersama orang tuanya, sedangkan Sumirah mengaku datang sendiri demi merayakan wisuda keponakannya tersebut.

“Ini saya bawakan oleh oleh tape khas daerah saya,” ucapnya diringi senyum ramah.

Momen wisuda terbukti bukan hanya menjadi individu, tapi juga momen kebersamaan dan suka cita keluarga serta orang terdekat. Masihkah anda mengingat momen wisuda dahulu?