Pembelaan Samsudin

Kontroversi SKJ ini membuat Ir. Samsudin mendapat banyak kritik dari para mahasiswanya. Ia sendiri dalam Majalah Balairung yang sama mengaku punya dasar yang kuat mengenai kebijakan tersebut. Salah satunya ialah SK Mendikbud nomor 024/U/1984 tentang Pedoman Pelaksanaan Jam krida Olahraga di Lingkungan Depdikbud.

Dalam diktum pertama SK tersebut ditetapkan, bagi pelajar dan mahasiswa dari sekolah dan perguruan tinggi yang berada di lingkungan Depdikbud, jam krida olahraga dengan melakukan SKJ tiap hari Jumat pagi selama 30 menit. Namun, Samsudin sendiri mengaku tidak tahu mengapa baru FNT yang menerapkan di UGM.

Kartun di Majalah Balairung Mengkritik SKJ di FNT.(Foto: Dok. Majalah Balairung)
Kartun di Majalah Balairung Mengkritik SKJ di FNT.(Foto: Dok. Majalah Balairung)

Secara pribadi ia juga terinspirasi sebuah penelitian di AS yang menyimpulkan bahwa prestasi akademik mahasiswa yang aktif olah raga lebih tinggi dibandingkan mahasiswa yang kurang aktif atau tak pernah olah raga.

Samsudin lalu menjelaskan bahwa ia tak pernah memaksa mahasiswa mengikuti SKJ. “Saya absen itu untuk keperluan evaluasi terhadap prestasi mereka. Saya tidak pernah mengkaitkan dengan sanksi akademis, karena itu berarti pemaksaan,” tuturnya kepada Balairung.