Sempat Galau dan Menangis, Dian Fajarwati Jumpai Keajaiban hingga Jadi Wisudawan Terbaik Biologi UGM

1639
Selalu ada keajaiban setiap manusia berusaha, demikian seperti yang dialami Dian Fajarwati Susilaningrum S.Pd., M.Sc., wisudawati terbaik Fakultas Biologi UGM. Foto: Tsalis
Selalu ada keajaiban setiap manusia berusaha, demikian seperti yang dialami Dian Fajarwati Susilaningrum S.Pd., M.Sc., wisudawati terbaik Fakultas Biologi UGM. Foto: Tsalis

KAGAMA.CO, BULAKSUMUR – Satu-satunya cara yang dimiliki manusia untuk menjemput impiannya ialah dengan mencoba.

Begitu pula yang dilakukan Dian Fajarwati Susilaningrum saat mencoba masuk ke jurusan Pendidikan Biologi UNS (Universitas Sebelas Maret) pada jenjang strata satu (2013-2017).

Sebagaimana jurusan di fakultas keguruan lainnya, pendidikan biologi memiliki porsi yang lebih dalam cara mengajar dan menyampaikan kepada murid.

Hanya, pada pertengahan kuliah, Dian sadar akan keinginannya untuk belajar biologi secara mendalam.

Perempuan asal Klaten ini mengaku memiliki hasrat besar untuk melakukan riset, hal yang belum dia temukan di pendidikan biologi.

Alhasil, Dian mencoba merangkai mimpinya dengan masuk ke prodi Magister Biologi Fakultas Biologi UGM pada 2017.

Dian lalu memulainya dengan menjalani matrikulasi sebagai sarana penyesuaian dengan ranah disiplin ilmu yang baru.

Baca juga: Ketua KAGAMA Sumut Resmi Jadi Doktor dan Lulus Cum Laude Usai Bikin Terobosan di Pelindo I

“Waktu matrikulasi Saya masih bisa mengikuti. Namun, sampai pada awal kuliah, Saya merasa, hmm… ini materi apa ya,” kenang Dian.

“Hal itu karena apa yang Saya pelajari konteksnya sudah berbeda,” tuturnya.

Tak dinyana, Dian mengalami kesulitan lantaran kedalaman materi biologi zoologi molekuler berbasis riset yang dia pelajari.

“Saya sempat menangis karena Saya sendiri yang tidak tahu. Sementara teman-teman Saya sudah paham,” ucap Dian.

Pada titik ini, Dian hanya bisa pasrah, berserah diri kepada Tuhan, dan terus menggumamkan doa lewat salat tahajud.

Ada kegalauan yang juga dirasakan Dian di tengah upayanya untuk tetap berusaha mengikuti kuliah.

“Saya sempat ada kegalauan pada semester-semester awal. Dalam hati, ’Ya Allah, apakah benar Saya mau melanjutkan di sini’,” ujar Dian.

Baca juga: Warga Tionghoa Pernah Berikan Pertolongan Saat Yogyakarta Krisis