Seluk Beluk Jurusan PSdK UGM

33
Dalam perkembangannya, PSDK bekerja sama dengan banyak perusahaan. Foto: PSDK UGM
Dalam perkembangannya, PSDK bekerja sama dengan banyak perusahaan. Foto: PSDK UGM

KAGAMA.CO, BULAKSUMUR – Jurusan Sosiatri atau yang saat ini berubah nama menjadi Pembangunan Sosial dan Kesejahteraan (PSdK), acap kali dipandang sebelah mata sebagian orang.

Dikisahkan oleh Dr. Silverius Djuni Prihatin, M.Si, selaku Kaprodi S1 PSdK UGM, mahasiswanya sering dipanggil cah ndeso oleh mahasiswa lain di FISIPOL karena banyak bergerak di isu pembangunan desa.

Walaupun demikian, jangan merasa berkecil hati bagi Anda calon mahasiswa baru PSdK.

Sebab, sudah banyak perubahan yang dilakukan Departemen untuk mengembangkan PSdK, baik dari segi kurikulum, fasilitas, hingga pengembangan karier mahasiswa.

Sosiatri melakukan perubahan nama menjadi Pembangunan Sosial dan Kesejahteraan, setelah mendapatkan rumusan yang tepat dari segi substansi keilmuan, metode, dan tujuan yang diciptakan pada 2011.

Baca juga: Ketahui Lebih Jauh Peluang Kerja Lulusan Sosiologi UGM

Dijelaskan oleh Djuni, rebranding ini dilakukan supaya lulusan PSdK bisa melanjutkan studi ke jenjang yang lebih tinggi, termasuk di level internasional.

PSdK erat kaitannya dengan studi social development.

Dengan perubahan nama ini, Jurusan juga memiliki fokus kajian.

“PSdK tak hanya bicara soal social policy, tetapi juga pemberdayaan masyarakat dan Corporate Social Responsibility (CSR),” ungkap Djuni kepada KAGAMA, belum lama ini.

Kemudahan Karier

Lulusan PSdK bisa bekerja di pemerintahan maupun perusahaan, serta NGO.

Dalam perkembangannya, PSdK bekerja sama dengan banyak perusahaan.

Sekitar tahun 2011, PSdK diminta bekerja sama dengan Kementerian Lingkungan Hidup kaitannya dengan penilaian kinerja perusahaan, terutama dalam pemberdayaan masyarakat.

Baca juga: Purwanto yang Bijak dan Meneduhkan Telah Tutup Usia

Diceritakan Djuni, waktu itu PSdK diminta sebagai tim yang merumuskan indikator-indikator untuk menilai community development.

Tidak hanya soal pengelolaan limbah, tetapi juga tanggung jawab sosial mereka pada masyarakat.