Selebritis Dinilai Efektif Sampaikan Edukasi Kesehatan Mental, Mengapa?

36
Ada peluang untuk menyampaikan edukasi kesehatan mental melalui pengungkapan masalah kesehatan selebritis di media sosial. Foto: giesehat.com
Ada peluang untuk menyampaikan edukasi kesehatan mental melalui pengungkapan masalah kesehatan selebritis di media sosial. Foto: giesehat.com

KAGAMA.CO, BULAKSUMUR – Data dari Riskesdes 2018 menunjukkan, prevalensi gangguan jiwa berat di Indonesia mencapai 7 per mil rumah tangga atau 450 ribu orang.

Ada pun prevalensi gangguan emosional terjadi pada orang berusia 15 tahun ke atas, juga meningkat menjadi 9 persen.

Fakta ini yang mendorong dua peneliti FK-KMK UGM Riana Dian Anggraini dan Eka Putri Rahayu, mencari strategi yang efektif bagi penyampaian pesan kesehatan kepada masyarakat.

Dari hasil penelusurannya, peneliti menduga ada peluang untuk menyampaikan edukasi kesehatan mental melalui pengungkapan masalah kesehatan selebritis di media sosial.

Hal tersebut mereka paparkan dalam penelitian yang berjudul Strategi Fanstastik Pesan Kesehatan Kepada Follower Selebritis tahun 2019, dalam Jurnal UGM Public Health Symposium.

Baca juga: Pentingnya Lulusan SKM Tangani Pendidikan Kesehatan di Sekolah

Mereka menjelaskan, pengetahuan masyarakat yang kurang tentang kesehatan mental, membuat penderitanya mengalami stigma, terisolasi, dan terlambat ditangani.

Gangguan kesehatan mental bisa dialami semua orang, termasuk selebritis yang memiliki banyak penggemar.

Berita mengenai selebritis senantiasa menjadi sorotan publik, terlebih lagi berita yang memuat konten mengejutkan seperti kasus bunuh diri.

Perhatian semakin kuat dengan adanya media sosial yang memungkinkan masyarakat saling berinteraksi dalam menanggapi berita.

“Pada hari Robin Wiliam meninggal dunia, dilaporkan Google lebih dari 10 juta mencari informasi dan menjadi trending topik pengguna media social,” tulisnya.

Baca juga: Literasi Penting untuk Tangani Penderita Gangguan Kesehatan Mental