Selama Pandemi Covid-19, Orang Jenis Ini Rentan Alami Gangguan Mental

190
Pandemi Covid-19 menimbulkan situasi ketidakpastian, sehingga akan menimbulkan gangguan-gangguan mental yang sudah rentan. Foto: Ist
Pandemi Covid-19 menimbulkan situasi ketidakpastian, sehingga akan menimbulkan gangguan-gangguan mental yang sudah rentan. Foto: Ist

KAGAMA.CO, BULAKSUMUR – Sebuah penelitian membuktikan bahwa cara pandang seseorang menjadi akar dari munculnya masalah kesehatan mental.

Misalnya, kecemasan dan depresi bisa bermula dari penolakan seseorang terhadap suatu ketidakpastian.

Psikolog Industri dan Organisasi UGM, Dr. Bagus Riyono, M.A, menjelaskan, orang yang tidak mampu mentoleransi ketidakpastian rentan alami gangguan mental.

Dalam Sharing Session Online Covid-19 dan Kesehatan Mental Pada Orang yang Bekerja beberapa waktu lalu, dia menyebut pada umumnya mereka ingin segalanya terencana dan tertata dengan baik, ingin semuanya berjalan seperti yang diharapkan.

“Ekspektasi mereka disusun sedemikian rupa, sebisa mungkin terpenuhi semua. Pandemi Covid-19 ini menimbulkan situasi ketidakpastian, sehingga dia akan menimbulkan gangguan-gangguan mental yang sudah rentan itu,” ujarnya.

Baca juga: Indonesia Ikut Loloskan Resolusi PBB Soal Covid-19

Sebaliknya, orang yang mampu mentoleransi ketidakpastian justru lebih tahan banting.

Meskipun tak ada pandemi pun, kenyataan hidup dalam level tertentu pasti mengandung ketidakpastian.

Secara teoritis ada dua hal yang bisa dilakukan, yakni berupaya menciptakan kepastian-kepastian, menerima dengan legawa atas kondisi yang penuh dengan ketidakpastian ini.

Artinya, kita yang sedang menghadapi pandemi Covid-19 perlu berdamai dan menerima keadaan.

“Katidakpastian bukan kita yang mengatur dan menentukan. Tugas kita hanya menghadapi.”

Baca juga: Presiden Jokowi Sebut Tidak Ada Rencana Membebaskan Napi Koruptor