Selain Pendiam, Saat Kuliah Jokowi Termasuk Mahasiswa Rajin

85
Sepulang kembali ke Jogja, ketika peserta lain telah bebas tugas, Jokowi masih menanggung beban ekspedisi ini, yaitu menyusun laporan observasi.(Foto: Tribunnews.com)
Sepulang kembali ke Jogja, ketika peserta lain telah bebas tugas, Jokowi masih menanggung beban ekspedisi ini, yaitu menyusun laporan observasi.(Foto: Tribunnews.com)

KAGAMA.CO, BULAKSUMUR – “Tidak pernah menyangka jika teman pendiam saya bakal jadi presiden,” ungkap Arif Mulia Nasution dalam buku Kerinci 1983: Jokowi Travel Story.

Buku yang ditulis oleh Iqbal Aji Daryono dan Rifqi Hasibuan ini berisi perjalanan Presiden Joko Widodo mendaki Gunung Kerinci pada 1983. Cerita-cerita pendakian salah satu gunung di dataran Sumatera ini menjadi satu cara menggali memoar bagaimana Jokowi muda menghabiskan masa kuliahnya di UGM.

Ekspedisi tersebut sebetulnya bukan hanya kegiatan pendakian oleh unit kegiatan mahasiswa Silvagama Fakultas Kehutanan UGM. Namun juga ajang penelitian dan observasi ilmiah yang dilakukan oleh ke-14 mahasiswa rumpun agro untuk mengambil petak ukur alias sampel bahan analisis vegetasi.

Muatan ilmiah inilah yang menjadi pembeda kegiatan pendakian tersebut dengan pendakian-pendakian pada umumnya.

Keikutsertaan Jokowi dalam kelompok tersebut sebetulnya bukan hanya karena dirinya anggota Mapala Silvagama. Namun juga karena teman-temannya sadar jika dalam kelompok pendakian tersebut harus ada satu anggota yang rajin saat kuliah.

Tujuannya tentu untuk mempermudah pengerjaan laporan pendakian yang sudah direncanakan.

“Peserta ekspedisi sadar mayoritas bukan mahasiswa rajin. Jangankan menyusun laporan observasi, datang kuliah pun banyak yang malas-malasan. Maka dari rombongan harus ada yang tergolong mahasiswa yang rajin. Dan Jokowi adalah orang yang tepat,” terang Nasution.

Ia juga mengaku, Jokowi juga rajin kuliah. Tak hanya itu, Jokowi menurutnya juga tergolong pendaki gunung yang tangguh.

Jadi menurut Nasution, salah satu orang yang harus masuk dalam rombongan pendakian ke Gunung Kerinci pada saat itu ialah Jokowi.

“Sepulang kembali ke Jogja, ketika peserta lain telah bebas tugas, Jokowi masih menanggung beban ekspedisi ini, yaitu menyusun laporan observasi,” kenangnya.(Rosa)