Sebagaian Besar Angkatan Kerja Indonesia Berpendidikan Rendah

21
Dari sisi pendidikan, kualitas angkatan kerja di Indonesia telah mengalami kenaikan. Tetapi sebagian besar masih berpendidikan rendah. Foto: Istimewa
Dari sisi pendidikan, kualitas angkatan kerja di Indonesia telah mengalami kenaikan. Tetapi sebagian besar masih berpendidikan rendah. Foto: Istimewa

KAGAMA.CO, BALIKPAPAN – Saat ini kita sedang menghadapi tantangan yang sangat berat di bidang ketenagakerjaan.

Oleh karena itu tidak salah jika Presiden Joko Widodo dalam pemerintahannya yang kedua ini berkonsentrasi pada penyiapan Sumber Daya Manusia (SDM).

Demikian disampaikan Ketua Pelibatan dan Fasilitasi Alumni Pengurus Pusat Keluarga Alumni Universitas Gadjah Mada (PP KAGAMA) Dr. Paripurna P. Sugarda, S.H., M.Hum., LL.M.

Hal tersebut disampaikan dalam pembukaan Seminar pra-Munas KAGAMA yang kedua di Hotel Gran Senyiur Balikpapan, Kalimantan Timur pada Sabtu (7/9/2019).

Baca juga: KKN UGM Gandeng PP KAGAMA Kembangkan Kawasan Perkotaan Baru Rasau Jaya

“Kita berada pada persimpangan yang sangat menegangkan, di satu pihak kita mendapatkan bonus demografi yang luar biasa, selain kita ada India. Dimana jika kita berhasil maka kita akan memenangkan persaingan global dengan SDM yang memilki daya saing global,” ungkap Wakil Rektor BIdang Kerja Sama dan Alumni UGM itu.

Akan tetapi, kata dia, jika gagal maka kita akan terjebak pada middle income trap yang pada akhirnya akan menyulitkan dalam mengejar ketertinggalan.

Senada dengan Paripurna, Dr. Sukamdi, M.S, dosen Fakultas Geografi UGM yang menjadi pembicara dalam kesempatan tersebut membabar paradoks bonus demografi di Indonesia.

Merujuk pada rilis terbaru Berita Resmi Statistik 2019, Sukamdi memaparkan angkatan kerja baru bertambah 2,24 juta setahun terakhir atau sebanyak 1,67 persen.

Baca juga: Kagama Goes to Munas Gelar Gerakan Bali Resik Sampah Plastik