Saya Dapat Hikmah Mengenali Bau Virus Corona

1102
Alumnus Fakultas Kehutanan UGM, Dr. Transtoto Handadhari, menceritakan pengalamannya selama terpapar Covid-19. Foto: Dok Pri.
Alumnus Fakultas Kehutanan UGM, Dr. Transtoto Handadhari, menceritakan pengalamannya selama terpapar Covid-19. Foto: Dok Pri.

oleh: Dr. Transtoto Handadhari, lulusan Fakultas Kehutanan UGM 1977, Ketua Umum Yayasan Peduli Hutan Indonesia, Direktur Utama Perum Perhutani Periode 2005-2008.

 

Ketika awal saya terpapar Covid (5 Januari 2021), sebelum berita bahwa hasil tes PCR saya positif, tiba-tiba saya membaui suatu bau yang sangat menyengat. Sangat tidak enak.

Dimulai dari bau makanan ketoprak yang berubah aneh, gado-gado, pisang goreng, teh panas, pisang, dan semua yang tercium. Tapi bau itu kalah melawan bau kayu putih.

Saya telpon teman yang anaknya dokter, bilang bahwa saya kena corona. Anak saya, Ovelia Transtoto dan Wira yang juga positif Covid mengalami kehilangan penciumannya sama sekali sampai mendekati masa sembuhnya. Sedangkan penciuman hidung saya tetap normal.

Selama 3 hari saya tidak bisa makan, semua yang disajikan baunya membuat saya mual. Bahkan rumput bekas embun terbau sama. Saya hanya bisa memaksa makan sup, dan pisang.

Tapi penciuman saya untuk semua yg lain tetap normal. Hanya tercampur bau sangit yang aneh itu. Yang muncul bila saya mencium makanan yg dihidangkan.

Ovelia Transtoto berjemur matahari saat isoman. Foto: Dok Pri.
Ovelia Transtoto berjemur matahari saat isoman. Foto: Dok Pri.

Dengan bantuan obat herbal China di hari ke 3 bau itu sirna. Saya bisa makan enak. Memulai dengan bisa makan salad kiriman ponakanku Baskara. Badan jadi segar bugar, tidak lemas. Sampai dinyatakan sehat.

Tiga hari lalu (Sabtu 13 Februari 2021) saya check up di RSUD Prambanan Yogyakarta, tiba-tiba saya mencium bau laknat itu lagi. Saya langsung sadar dan menyampaikan ke teman, awas ada Covid untuk waspada. Keluar dari Rumah Sakit bau itu hilang sama sekali. Saya bisa makan enak lagi.

Baru saya sadar itulah bau virus Corona yang tidak kasat mata. Yang sebelumnya juga 1-2 kali saya heran kok menemui bau lamat-lamat yang memualkan itu. Itulah rupanya bau virus Corona yang kadang-kadang berada di antara kita.

Jadi saya sekarang tahu bila ada bau sejenis, baik lamat-lamat apalagi menyengat mengindikasikan bahwa ada virus berkeliaran di hidung dan di sekitar saya.

Alhamdulillah Tuhan memberitahu saya ada virus yang harus kita waspadai dan hindari.

Salam sehat.

 

[Redaksi menerima kiriman buah pikir, ide dan gagasan para alumni dalam bentuk tulisan. Isi tulisan sepenuhnya menjadi tanggungjawab penulis]