Saran Nawa Murtiyanto bagi Para Pendaki Gunung di Masa Pandemi

168
Koordinator Departemen Lingkungan Hidup dan Penanggulangan Bencana PP KAGAMA, Nawa Murtiyanto, membagikan tips mendaki gunung di masa pandemi. Foto: Dok Pri
Koordinator Departemen Lingkungan Hidup dan Penanggulangan Bencana PP KAGAMA, Nawa Murtiyanto, membagikan tips mendaki gunung di masa pandemi. Foto: Dok Pri

KAGAMA.CO, BULAKSUMUR – Mendaki gunung merupakan kegiatan rekreasi atau olahraga yang berisiko tinggi.

Dilihat berdasarkan levelnya, meninggal dunia menjadi risiko paling tinggi yang mungkin akan dialami pendaki.

Koordinator Departemen Lingkungan Hidup dan Penanggulangan Bencana PP KAGAMA, Nawa Murtiyanto, S.IP, MPA, mengatakan, di sisi lain mendaki gunung memberikan banyak manfaat.

Mulai dari segi wisata, riset, pendidikan, pertualangan, dan kemanusian.

“Dalam kegiatan mendaki gunung, harus ada manajemen dan prosedur yang dibuat untuk meningkatkan keselamatan. Faktor inilah yang biasanya menjadi penyebab utama terjadinya kecelakaan dalam kegiatan pendakian gunung.”

Baca juga: Ketua UKM Unit Fotografi UGM: Fotografi Bukanlah Kompetisi Alat yang Paling Bagus

“Para pendaki harus lebih dulu mencari informasi atau mengobservasi langsung kondisi lingkungan pendakian,” ungkapnya.

Hal ini dia sampaikan dalam Webinar Dies Natalis 38 GEGAMA, bertajuk Kegiatan Kemapalaan di Masa Pandemi, yang digelar pada Minggu (16/08/2020) oleh organisasi Mahasiswa Pecinta Alam GEGAMA secara daring.

Di samping mempersiapkan secara fisik, kata Nawa, para pendaki juga harus mempersiapkan jiwa dan mentalnya.

Seorang pendaki penting memiliki rasa percaya diri dan tekad yang kuat untuk mencapai target (puncak).

Di masa pandemi Covid-19, Nawa menyebut keinginan masyarakat untuk mendaki gunung masih besar.

Baca juga: Relasi Kekuasaan Jadi Alasan Mengapa Kekerasan Seksual Ada di Dunia Pendidikan