Sapardi Djoko Damono Wafat, Indonesia Kehilangan Pujangga Romantis Jebolan UGM

421

Baca juga: Kisah Asisten Pelatih Sepak Bola PSS Sleman Alumnus UGM, Temukan Pentingnya Filsafat Dalam Sepak Bola

Jagat media sosial pun ramai menuliskan kalimat berkabung sebagai rasa duka mendalam kepada almarhum.

Seperti halnya, UGM, almamater tempat dia dulu menempuh strata satu.

Melalui Direktorat Kemitraan, Alumni, dan Urusan Internasional, UGM berbela sungkawa.

“Segenap keluarga besar Direktorat Kemitraan, Alumni, dan Urusan Internasional Universitas Gadjah Mada mengucapkan turut berduka cita atas berpulangnya Prof. Dr. Sapardi Djoko Damono, alumnus Fakultas Sastra dan Kebudayaan angkatan 1958.”

“Semoga almarhum diberikan tempat disisi-Nya serta keluarga yang ditinggalkan diberikan kesabaran dan ketabahan. Aamiin,” tulis Direktorat Alumni UGM.

Baca juga: Begini Kiprah Alumnus Filsafat UGM yang Berkarier di Dunia Sepak Bola

Ketertarikan Sapardi akan sastra dimulai sejak dia menulis puisi saat duduk di bangku SMA.

Kegemarannya itu makin terasah sejak dia menimba ilmu di UGM.

Sama seperti kakak kelasnya yang juga dari Surakarta, WS Rendra (Sastra Inggris 1952).

Namun, Sapardi memilih jalan berbeda dari Rendra. Pria yang identik memakai topi pet ini memilih untuk menyelesaikan studinya di Kampus Kerakyatan dan lulus pada 1964.

Selepas lulus, Sapardi terus aktif menulis sajak sambil menapakkan karier di bidang pendidikan.

Baca juga: Ketua KAGAMAHUT Semangat ‘Ngumpulke Balung Pisah’ Berkat Kuatnya Jiwa Korsa Rimbawan