Sapardi Djoko Damono Wafat, Indonesia Kehilangan Pujangga Romantis Jebolan UGM

419
Pujangga alumnus Sastra Inggris UGM itu kini telah berpulang menghadap Sang Pencipta. Foto: Net
Pujangga alumnus Sastra Inggris UGM itu kini telah berpulang menghadap Sang Pencipta. Foto: Net

KAGAMA.CO, BULAKSUMUR – Prof. Dr. Sapardi Djoko Damono masuk rumah sakit, Kamis (9/7/2020) lalu.

Dia dirawat lantaran fungsi organ tubuhnya mengalami penurunan dan infeksi berat.

Kondisi sang sastrawan memang menurun dalam beberapa tahun belakangan.

Hemoglobin dalam darahnya berangsur-angsur turun. Karena itu, Sapardi mesti bolak-balik masuk rumah sakit untuk transfusi secara rutin.

Namun, perjalanan hidup alumnus Sastra Inggris UGM angkatan 1958 ini akhirnya mencapai babak pamungkas.

Baca juga: Dubes Wahid Temui Orang Banyumas di Rusia yang Belum Pernah Pulang ke Indonesia

Sapardi dipanggil oleh Sang Kuasa pada Minggu (19/7/2020).

Dari kabar yang diperoleh Kagama, pria asal Surakarta ini meninggal dunia pukul 09.17 WIB di RS Eka BSD, Tangerang Selatan.

Sapardi, atau yang akrab dipanggil SDD, memejamkan mata untuk selama-lamanya dalam usia 80 tahun.

Jenazah almarhum SDD lantas dikebumikan di pemakaman Giritama, Tonjong, Bogor pada sore harinya.

Prosesi pemakaman Guru Besar Fakultas Sastra Universitas Indonesia itu dilakukan dengan protokol pencegahan Covid-19.

Baca juga: Menikmati Panorama Delapan Gunung di Kebun Teh Nglinggo